Rabu, 04 AGUSTUS 2021 • 14:48 WIB

Ini Pengakuan Remaja Korban Penganiayaan Temannya di Bengkulu, Pelaku Ancam Pakai Sajam

Author

Pengakuan remaja yang jadi korban penganiayaan teman sekolahnya di Bengkulu (Instagram/bengkulu_terkini.id)

Remaja laki-laki yang menjadi korban penganiayaan di kawasan SMA 4 Lebong, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong, Bengkulu, mengaku tidak berani melawan lantaran temannya berinisial GS membawa senjata tajam.

Remaja yang masih duduk di bangku SMPN 7 Lebong itu menjelaskan bahwa awalnya ia melewati SMA 4 Lebong karena telah selesai mengerjakan tugasnya. 

Tak berapa lama ia dicegat GS dan teman-temannya untuk meminta rokok kepadanya, namun tak diberikannya karena ia tidak merokok.

"Mereka meminta rokok kepada saya, dan karena saya tidak punya rokok mereka mengeroyok saya," kata remaja laki-laki, Rabu (4/8/2021).

Setelah selesai mengeroyok, GS dan teman-temannya juga meminta uang remaja tersebut.

"Kemudian mereka meminta uang kepada saya, dan saya berikan 2500 itulah adanya uang saya," kata remaja. 

Remaja yang berasal  dari Desa Suka Negeri, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong itu mengaku tidak berani melawan GS dan teman-temannya karena pada saat itu mereka juga membawa senjata tajam. 

"Sedangkan saya tidak berani melawan karena GS memegang senjata tajam (Sajam), saya takut," sambunya. 

Di samping itu, Kepala Desa Suka Negeri, Jhon Kenedi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan bahwa nantinya kasus tersebut akan dimusyawarahkan bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas dan mengupayakan agar kasus itu damai di tingkat Desa. 

"Kita juga akan membuat semacam Sanksi adat untuk ke 3 pelaku, dan kita juga akan kasi efek jera ke pelaku. Kita serahkan ke pihak yang berwajib supaya memberikan pembinaan, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Baik terhadap mereka ataupun orang lain," kata Jhon Kenedi. 

Instagram/bengkulu_terkini.id

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebuah video beredar di media sosial memperlihatkan seorang remaja laki-laki melakukan tindak kekerasan terhadap teman sekolahnya di lingkungan SMA 4 Lebong, Kecamatan Topos, Kabupaten Lebong, Bengkulu. 

Dalam video tersebut, tampak remaja yang mengenakan kaos berwarna biru dongker dan celana hitam memukuli remaja laki-laki yang mengenakan kemeja berwarna coklat dan celana abu-abu. 

Tak hanya memukul, laki-laki bertopi itu bahkan menendang kepala remaja tersebut berkali-kali hingga tersungkur ke lantai teras gedung sekolah.

Berdasarkan keterangan video, diduga laki-laki bertopi itu melakukan hal tersebut lantaran minta rokok ke remaja, namun tak diberi karena dirinya tidak merokok.

Kesal tak diberi rokok, laki-laki itu lalu menghajar remaja berkali-kali, hingga akhirnya berhenti setelah si remaja memberikan uang Rp2.500. Padahal uang tersebut untuk ongkosnya pulang naik angkot.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU