Ketua Dewan Pertimbangan PB IDI, Prof Dr dr Zubairi Djoerban,SpPD(K) mengomentari tingginya kasus Covid-19, terutama pada anak.
Namun, Dokter Zubairi mengatakan bukan hanya anak yang harus dilindungi dari Covid-19, namun kesehatan orang tua juga harus diperhatikan. Jangan sampai orang tua terpapar dan anak terancam menjadi yatim piatu.
“Jika kita memikirkan perlindungan untuk anak-anak, maka bukan hanya dari infeksi COVID-19, tapi mencegah mereka juga jadi yatim piatu karena orang tuanya meninggal akibat kolapsnya faskes. Sebab itu, mari saling jaga, saling ingatkan, untuk mencegah semuanya di luar kendali,” tulis Zubairi di akun Twitternya dikutip, Minggu (4/7/2021).
Jika kita memikirkan perlindungan untuk anak-anak, maka bukan hanya dari infeksi Covid-19, tapi mencegah mereka juga jadi yatim piatu--karena orang tuanya meninggal akibat kolapsnya faskes. Sebab itu, mari saling jaga, saling ingatkan, untuk mencegah semuanya di luar kendali.
— Zubairi Djoerban (@ProfesorZubairi) July 4, 2021
Diketahui saat ini pasien Covid-19 di rumah sakit semakin banyak yang membuat nakes kewalahan. Alat kesehatan dan oksigen juga menipis yang membuat banyak nyawa tak terselamatkan.
Dokter Zubairi mengimbau kontribusi minimal yang bisa dilakukan untuk membantu nakes adalah menaati prokes dan bersedia divaksin Covid-19.
Faskes sudah amat terbebani. Beberapa pasien dilaporkan meninggal karena kekurangan oksigen. Ini sinyal buruk. Salah satu cara buat perbedaan adalah berkontribusi atas apa yang kita bisa saja. Pantau PPKM Darurat dan pastikan sekitar kita memakai masker, berjarak, dan divaksin.
— Zubairi Djoerban (@ProfesorZubairi) July 4, 2021
“Faskes sudah amat terbebani. Beberapa pasien dilaporkan meninggal karena kekurangan oksigen. Ini sinyal buruk,” kata dokter Zubairi.
“Salah satu cara buat perbedaan adalah berkontribusi atas apa yang kita bisa saja. Pantau PPKM Darurat dan pastikan sekitar kita memakai masker, berjarak, dan divaksin,” pungkasnya.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: