Sabtu, 03 JULI 2021 • 14:56 WIB

Diklaim Obat Covid-19, Obat Cacing Ivermectin Langka & Harga Melonjak, BPOM Turun Tangan

Author

Kepala BPOM Penny K Lukito. (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Produk obat ivermectin tengah langka di pasar usai diklaim mampu menyembuhkan pasien Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh Dekan Fakultas Kedokteran UI Arif Syam, Jumat (2/7/2021).

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) akhirnya turun tangan. Kepala BPOM Penny Kusumastuti Lukito mengatakan peredaran ivermectin akan diberikan ke beberapa perusahaan farmasi.

Dengan begitu, obat keras tersebut tetap dapat tersedia di pasaran.

“Ada industri farmasi lain yang produksi dan dalam waktu dekat sudah ada industri farmasi lain akan dapat izin edar. Jadi ketersediaan Ivermectin di pasar tetap ada,” ujar Kepala BPOM Penny Kusumastuti.

Meski begitu, Penny menambahkan bahwa kelangkaan dan lonjakan harga ivermectin bukan semata-mata karena inspeksi terhadap PT Harsen Laboratories.

“Tidak sesederhana itu,” jelas Penny.

Saat ini, BPOM akan terus memfasilitasi perusahaan farmasi untuk memproduksi ivermectin di tengah pandemi Covid-19. Namun, BPOM akan mengawasi ketat proses produksi dan distribusinya.

BPOM mengancam mencabut izin edar PT Harsen Laboratories karena menyalahi aturan dalam produksi dan distribusi obat ivermectin.

“Sampai dengan saat ini pemanggilan sudah kami lakukan, (namun PT Harsen Laboratories) masih belum menunjukkan niatnya yang baik,” katanya.

Ivermectin sendiri merupakan obat cacing yang memiliki efek samping berupa mual, diare, gangguan fungsi hati dan mengantuk.

Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) menegaskan belum merekomendasikan Ivermectin sebagai obat pencegahan penyakit COVID-19, karena belum dinyatakan lolos dalam uji klinis keamanan dan khasiat.

Pada Maret 2021, Ivermectin tercantum dalam panduan WHO terkait penanganan COVID-19. Harganya pun melonjak hingga Rp500 ribu.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Zega

ZCreators
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU