Fakta Anak Bunuh Ayah Kandung di Asahan, Sempat Pura-Pura Melapor ke Polisi sebagai Saksi
Pembunuhan terhadap ayah kandung yang dilakukan anak sendiri kembali terjadi di Indonesia.
Yang teranyar dilakukan oleh Irwansyah Putra (27 tahun), seorang pria yang sudah menikah namun pengangguran di Dusun II Desa Pasar Lembu, Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Irwansyah menghabisi nyawa ayah kandungnya, Khairul Anwar (57 tahun), pada Rabu pagi (9/6/2021).
Saat itu, Irwansyah datang ke rumah ayahnya dan membawa makanan untuk sarapan ayahnya.
Tak berapa lama, terjadi percekcokan di antara mereka. Menurut pengakuannya kepada polisi, Irwansyah sakit hati dikatai 'anak tak berguna'.
Naik pitam dibilang begitu, ia lantas memukul kepala ayahnya sampai jatuh tersungkur ke lantai. Setelah itu, ia menghempaskan kepala belakang ayahnya ke lantai sampai tak bernyawa.
Kemudian, untuk menyamarkan jejak perbuatannya, ia mengikat kaki dan tangan ayahnya, dan menyumpal mulutnya dengan kain serta melakbannya, agar terkesan seolah-olah ayahnya disantroni maling.
Tak cukup sampai di situ, agar jiran tetangga dan warga desa tak curiga, Irwansyah kemudian berpura-pura melaporkan kematian ayahnya kepada polisi sebagai saksi.
Namun, saat dimintai keterangan oleh polisi sebagai saksi, Irwansyah memberikan keterangan yang membuat polisi justru curiga terhadap dirinya.
Akhirnya, keesokan harinya, Kamis (10/6/2021), ia ditangkap. Ketika diperiksa kembali, ia tak mampu menutupi perbuatannya. Hati nuraninya mendorongnya untuk mengakui apa yang telah diperbuatnya.
Kepada polisi, ia mengakui bahwa ialah yang membunuh ayahnya. Alasannya, ia sakit hati dengan ucapan ayahnya yang menurut pengakuannya, kerap mengatainya 'anak tak berguna' lantaran masih pengangguran.
Selain itu, Irwansyah juga mengaku kalau ayahnya tidak pernah memberinya uang.
"Aku sudah kawin, tapi ayahku tidak pernah membantu perekonomianku," katanya.
Saat penangkapan, polisi menyita uang Rp3 juta dari kantong Irwansyah. Uang itu tadinya ia maksudkan untuk mengurus pemakaman ayahnya.
Ia mengaku, uang Rp3 juta itu merupakan sisa hasil menjual tanah milik ayahnya sebesar Rp18 juta.
"Selebihnya untuk biaya berobat dan makan ayahku," katanya.
Menurut warga setempat, korban Khairul dikenal memiliki banyak lahan. Diduga, Irwanyah membunuh ayahnya karena ingin menguasai harta warisan ayahnya.
"Kayaknya dia ini (Irwansyah) memang mau nguasai harta ayahnya," ucap seorang warga di lokasi.
Piha Polres Asahan masih terus mendalami motif Irwansyah membunuh ayahnya.
Ada dugaan, Irwansyah sudah merencakan pembunuhan terhadap ayahnya sejak beberapa hari sebelum pembunuhan itu benar-benar terjadi.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: