Kesaksian Mahasiswa Indonesia Soal Tsunami Covid-19 di India, 2 Rekannya Juga Terinfeksi
Tsunami Covid-19 di India semakin tak terbendung. Beberapa warga pendatang pun harus mengikuti kebijakan dari pemerintah setempat, termasuk mahasiswa Indonesia.
Seperti yang dikisahkan mahasiswa asal Indonesia di Jawaharlal Nehru University, Mohammad Agoes Aufiya yang saat ini merasakan langsung dahsyatnya tsunami Covid-19 di India. Ia juga menyampaikan bila ada dua rekannya yang terkena gejala tersebut, kendati gejala yang cukup ringan, seperti yang dikutip dari Antara.
"Sejauh ini saya mendapatkan informasi untuk rekan mahasiswa ada dua orang di gelombang kedua ini yang terinfeksi. Namun, sudah recovery dengan gejala yang ringan," ujar Mohd Agoes Aufiya dalam dialog bertema "Belajar dari India, Tingkatkan Kepatuhan Protokol Kesehatan Sekarang Juga" yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis (29/4/2021).
Dalam dialog daring tersebut, ia juga menuturkan bila ibu kota India, New Delhi memperpanjang lockdown hingga 3 Mei 2021. Diprediksi, lockdown akan terus berlanjut seiring masih tingginya jumlah kasus Covid-19.
"Lockdown sepertinya akan terus berlanjut jikalau kasus terus meningkat, dan tentu saja tidak semua orang bisa keluar dari rumah, hanya kalau penting saja seperti membeli sembako, sayuran atau buah-buahan. Jika kita ingin keluar jauh, harus ada izin-izin tertentu yang diperkenankan oleh pemerintah," ucapnya.
Baca Juga: Penggunaan Masker Menimbulkan Masalah Baru Bagi Lingkungan, Masyarakat Harus Bijak
Ia membenarkan video-video yang beredar dimana banyak warga di India, khususnya di New Delhi yang mengantre masuk rumah sakit karena terpapar Covid-19.
"Banyak sekali warga India yang mencoba melakukan perawatan di rumah sakit yang ada di kota New Delhi, ini sudah overload, sudah tidak bisa menampung lagi bahkan ada beberapa video yang memperlihatkan pasien itu meninggal dunia sebelum tertangani karena saking banyaknya," katanya.
Sementara itu, pihak KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) India cukup proaktif melakukan koordinasi dalam upaya melindungi dengan warga negara Indonesia (WNI) dari Covid-19.
"Sejauh ini memang kita memiliki WhatsApp grup dikelola oleh KBRI yang ada di kota New Delhi dan kita berbagi informasi," ujar Agoes.
Ia mengatakan KBRI juga sudah memberikan surat himbauan kepada WNI untuk tetap di rumah saja dan menaati protokol kesehatan.
"Semua teman-teman dari warga negara Indonesia yang ada di India saat ini mengurangi aktifitas di luar ruangan," katanya.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: