Nestapa Istri Serda Ede Pandu Yudha Kru Nanggala-402, Mega Dian Pratiwi: I Miss You, Mas
Ada kisah cinta yang berakhir memilukan menyusul tragedi tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan laut utara Bali, Rabu (21/4/2021).
Ialah kisah cinta antara Serda Ede Pandu Yudha Kusuma dengan Mega Dian Pratiwi yang dimaksud.
Ya, pasangan pengantin baru itu harus berpisah selama-lamanya di dunia yang fana.
Yang memilukan, sebelum ikut dalam rombongan KRI Nanggala-402, Serda Ede Pandu sempat mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada sang istri.
Ia meminta didoakan agar perjalanannya melepas rudal lancar.
"Doakan lancar nggeh," katanya, yang dibalas 'Pasti sayang' oleh istrinya.
Lalu, selang dua menit kemudian, ia mengirim pesan lagi, memastikan istrinya selalu ingat pesan-pesannya.
"Jaga kehormatan, jaga kakak, dijaga semua. I miss u mass," dijawab istrinya.
Namun, Serda Pandu tak lagi membalas. 18 menit kemudian, istrinya kembali mengirim pesan "sayang" dengan emoticon sedih.
Keesokan harinya, pada 20 April 2021, Serda Pandu membalas, "Kenapa sayang??"
Kemudian dijawab, "Kangen" oleh istrinya.
Namun setelah itu, chat Mega tak lagi berbalas sampai keesokan harinya.
"Kangen, cepet pulang massss. Semalam gak bisa tidur kepikiran sampean (kamu) tiba-tiba," tulis Mega dengan emoticon sedih.
Berkali-kali ia mengirim pesan, hanya centang satu dan tidak masuk.
"Sayang, nanti kalo pulang dipijitin sama aku. Ku traktir makan seafood, oke sayang. Sayaaang. Pengen peluk. Kapan pulang. Sayang kuat yaaa. Harus pulang nodak boleh ada yang kurang, istrinya nunggu di rumah."
Chat-nya yang terus tak berbalas membuat Mega menanggung kenestapaan yang sungguh berat.
Mas ayooo kasih kabar. Aku nunggu yaaa kari ndak kasian."
KRI Nanggala-402 merupakan salah satu kapan untuk latihan penembakan rudal di Laut Bali, yang direncanakan dilaksanakan pada Kamis (22/4/2021).
KRI Nanggala-402 yang dijuluki 'Monster Bawah Laut' memiliki "saudara kembar", yaitu KRI Cakra-401.
Secara teknis, KRI Nanggala-402 berasal dari Type 209/1300 yang dibuat galangan kapal Howaldtswerke di Kiel, Jerman Barat, yang dipesan Indonesia pada 1977, dan memasuki dinas aktif pada 1981.
Sistem propulsi KRI Nanggala-402 berintikan motor diesel-elektrik Siemens low-speed yang tenaga kerjanya langsung disalurkan ke baling-baling di buritan.
Kekuatan daya dorongnya adalah 5.000 shp (shaft horse power), sedangkan baterai-baterai listriknya dengan bobot sekitar 25 persen bobot bruto kapal menyimpan daya listrik. Adalah empat mesin diesel MTU diesel supercharged yang bertanggung jawab dalam penyediaan daya listrik kapal.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: