Perdana Menteri India Narendra Modi pada Minggu mendesak semua warga untuk menerima suntikan l vaksin COVID-19 dan berhati-hati, dengan mengatakan 'badai' COVID-19 telah mengguncang negara itu.
India telah melaporkan lebih dari 300.000 kasus baru setiap hari selama empat hari terakhir, lebih banyak dari tempat lain di dunia sejak pandemi dimulai, menambah tekanan pada sistem kesehatan masyarakat.
"Semangat kami tinggi setelah berhasil menangani gelombang pertama. Tapi badai ini telah mengguncang bangsa," kata Modi dalam videonya.
Badai infeksi virus corona baru itu terjadi karena India terlena membuka pembatasan setelah berhasil mengatasi gelombang infeksi pertama. Jutaan warga dibiarkan mengikuti upacara perayaan Hindu dengan menceburkan diri di Sungai Gangga tanpa masker dan tanpa jaga jarak.
Kasus Covid-19 di India mencatatkan rekor kasus harian tertinggi di dunia dalam tiga hari berturut-turut. Pada Sabtu (24/4/2021), India melaporkan tambahan kasus harian sebanyak 346.786.
Pandemi Covid-19 membuat India dilanda kengerian yang mencekam. Kremasi massal terpaksa dilakukan di seluruh negeri karena banyaknya pasien Covid-19 yang meninggal.
Berdasarkan laporan jurnalis yang tidak meyakini data resmi pemerintah, angka kematian akibat Covid-19 di India sekitar 10 kali lebih banyak dari data yang dilaporkan.
Saking seringnya kremasi massal dilakukan, cerobong asap krematorium di kota Surat sampai meleleh akibat proses kremasi yang berlangsung terus menerus.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: