Senin, 19 APRIL 2021 • 19:57 WIB

KKP Sebut Vietnam Dapat Benih Lobster dari RI, Tapi Pelit Bagi-bagi Ilmu Budi Daya

Author

Ilustrasi: Petugas menunjukkan bibit Lobster jenis Mutiara berumur kurang lebih dua minggu di Mapolda Lampung. (photo/ANTARA FOTO/Ardiansyah)

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan tidak akan lagi memberikan izin terhadap ekspor benih bening lobster (BBL) karena ingin betul-betul menggalakkan budi daya lobster guna meningkatkan ekspor lobster untuk ukuran konsumsi.

"Yang namanya ekspor benih bening lobster tidak akan lagi ada. Konsekuensinya satu, kita harus galakkan budi daya karena permintaan untuk lobster konsumsi pasti selalu meningkat seiring pertambahan penduduk," kata Plt Dirjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP Antam Novambar dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (15/4) dikutip dari ANTARA.

Saat ini KKP tak lagi ingin "memperkaya" Vietnam yang jadi pengekspor lobster terbesar di dunia. Vetnam sebagai pengekspor besar lobster ukuran konsumsi di dunia benihnya hampir 99 persen dari Indonesia.

Antam mengakui bahwa keuntungan yang didapat Indonesia dari ekspor benih lobster lebih kecil dibanding keuntungan yang didapat Vietnam saat menjadi pengekspor lobster dengan ukuran konsumsi.

"Lobster yang kita ambil benih-benihnya dulu terbiasa paling enak diekspor, nggak mau capek nih. Duitnya cepat walaupun kecil, kita bilang kecil. Di tingkat nelayan itu besar harganya Rp 5 ribu satu ekor besar untuk mereka. Di situ lah daya tarik para penyelundup dengan iming-iming bawa segitu mereka kumpulkan banyak lalu dijual ke Vietnam berupa benih itu dilarang sekarang. Dulu-dulu pernah dilarang, dibuka sebentar, ternyata lebih bagus memang dilarang," ucapnya.

Baca juga: Pasangan di Aceh ini Kepergok Warga Sedang Selingkuh di Kosan, Berujung Dimandikan Air Got

"Si Vietnam itu pintar dia ambil yang kecil, dia besarkan sehingga pada saat ukurannya jelas untuk dijual, dijual untungnya besar luar biasa," tambahnya.

Untuk membudi daya benih lobster sampai menjadi besar tentunya dibutuhkan teknologi yang canggih, dan Indonesia    sedang belajar dari Vietnam. Namun sayangnya, Vietnam tak mau berbagi ilmu dalam membudi daya lobster tersebut.

"Jujur saja Vietnam nggak mau ngasih ke kita ilmunya, kita bisa rekayasa itu mudah-mudahan. Siapa tahu yang ditahan itu kemarin barang-barang orang-orang Vietnam, nelayannya yang kapalnya gitu ada yang pintar siapa tahu bisa kita kerja," tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU