Kamis, 01 APRIL 2021 • 14:49 WIB

Markas KKB di Nduga-Papua Berhasil Dikuasi Satgas Nemangkawi

Author

Barang bukti dari markas KKB di Nduga, Papua, yang berhasil dikuasai Satags Nemangkawi. (Dok Satgas Humas Nemangkawi)

Satgas Nemangkawi yang terdiri dari personel TNI-Polri dikabarkan berhasil menduduki satu markas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Satu markas tersebut yakni markas KKB di Nduga.

Kabar tersebut diungkapkan oleh Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol M Iqbal Alqudussy. Markas KKB yang berhasil diduduki berada di Kenyam, Nduga.

"Kelompok OPM Egianus Kogoya semakin terdesak karena markas kelompoknya yang ada di Kampung Paro, Markas Dumit telah terendus aparat. Selain itu, Camp Lama, Markas OPM pimpinan Egianus Kogoya di Kenyam, Nduga telah berhasil direbut dan dikuasai TNI-Polri," kata Kombes Iqbal dalam keterangan tertulisnya kepada Indozone, Kamis (1/4/2021).

Proses pendudukan markas KKB itu terjadi pada akhir pekan kemarin tepatnya pada Sabtu, 27 Maret 2021 yang lalu. Dalam hal ini, Satgas Nemangkawi berhasil menyita sejumlah barang bukti.

Baca Juga: Terkuak Alasan Pelaku Teroris Zakiah Aini Bisa Masuk Mabes Polri dan Bawa Senjata Api

"Dalam pendudukan markas tersebut didapati beberapa barang bukti seperti satu pucuk senjata yang telah dimodifikasi, dua magazine, 2HT, dokumen-dokumen OPM, kapak, busur beracun, foto bertuliskan Brigjen Egianus Kogoya," beber Iqbal.

Barang bukti dari markas KKB di Nduga, Papua, yang berhasil dikuasai Satags Nemangkawi. (Dok Satgas Humas Nemangkawi)

Lebih jauh Iqbal menyebut markas KKB di Kenyam, Nduga kerap dijadikan lokasi pengambilan video provokasi dan pernyataan perang terhadap TNI Polri yang disebar melalui media sosial. Faktanya menurut Iqbal, KKB sendiri kocar kacir kabur meninggalkan markasnya.

"Kelompok-kelompok separatis di Papua sebenarnya tidak perlu terlalu ditanggapi karena mereka semua sudah terdesak dan banyak yang menyerahkan diri. Pesan-pesan mereka hanya gertak sambal, tetapi TNI Polri akan terus melindungi masyarakat Papua, jangan sampai ada korban dari kelompok gertak sambal ini," pungkas Iqbal.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU