Serda TNI Aprilia Manganang kini diketahui adalah laki-laki, bukan perempuan. Lalu, bagaimana dengan penghargaan dan gelar juara yang diperolehnya sebagai atlet voli wanita?
Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) menjamin seluruh penghargaan dan gelar juara Aprilia Manganang saat menjadi atlet voli wanita di kompetisi nasional, tidak akan dicabut.
Aprilia memang pernah beberapa kali meraih gelar juara Proliga dan sejumlah penghargaan individu saat masih aktif sebagai pemain voli.
"Seluruh penghargaan waktu ikut Proliga, penghargaan-penghargaan yang nasional, tidak akan dicabut. Hal itu tetap jadi hak dia," ucap Perwakilan PBVSI, Hanny Surkatty, dikutip Jumat (12/3/2021).
"Karena ini bukan kesengajaan. Ini faktor kelahiran dan dia sendiri pun tidak tahu bahwa dirinya sebenarnya menjadi laki-laki. Tidak ada kesengajaan, tetap itu haknya Aprilia Manganang," tambah Hanny.
Seperti diketahui, KSAD TNI Jenderal Andika Perkasa mengumumkan bahwa Serda TNI Aprilia Manganang mengalami kelainan medis hipospadia.
Saat dilahirkan, Aprilia dinyatakan sebagai perempuan karena kondisi alat kelaminnya yang sedikit berbeda. Keluarga dan tenaga medis setempat tak begitu memahami kelainan hipospadia tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan ketat yang dilakukan di RSPAD, tidak ditemukan organ internal perempuan di tubuh Manganang dan hanya memiliki organ internal laki-laki.
Serda Aprilia mengaku senang akhirnya mendapat kejelasan status dan setuju untuk dilakukan operasi perbaikan.
"Jadi saya konsultasi tawarkan apa yang bisa kami bantu untuk dia. Akhirnya Sersan Manganang rupanya sambil dengan excited. Ini yang ditunggu-tunggu, saya hadirkan tim RSPAD, kemudian lakukan pemeriksaan lengkap dengan menggunakan seluruh fasilitas kesehatan kami," kata Andika.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: