Selasa, 23 FEBRUARI 2021 • 10:02 WIB

Ma'ruf Amin: Cara Berpikir Sempit adalah Tak Percaya Covid-19 Itu Nyata

Author

Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin. (Dok. Setwapres)

Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut bahwa cara berpikir merupakan kunci utama dalam sebuah kemajuan perkembangan peradaban. Oleh sebab itu, ia berharap umat Islam di Indonesia tidak berpikir sempit dalam menghadapi perubahan.

Ma'ruf Amin kemudian mencontohkan salah satu cara berpikir sempit dalam menghadapi fenomena belakangan ini, yakni tidak percaya akan kebenaran adanya Covid-19 atau virus corona.

"Contoh sederhana cara berpikir sempit adalah tidak percaya bahwa Covid-19 adalah nyata, atau percaya pada teori-teori konspirasi tanpa mencoba untuk memahami fenomena dengan akal sehat dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan," ucapnya dalam acara Milad Masjid Istiqlal, Selasa (23/2/2021).

Lebih lanjut, menurut Ma'ruf Amin, cara berpikir sempit itu juga merupakan salah satu penyebab munculnya sifat egoistik, tidak menghargai perbedaan pendapat serta tidak mau berdialog.

"Cara berpikir sempit juga bisa melahirkan pola pikir yang menyimpang dari arus utama atau bahkan menjadi radikal yang dapat menjustifikasi kekerasan dalam menyelesaikan masalah," terangnya.

Selain itu, Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini menilai apabila cara berpikir sempit itu dipakai, maka akan menghambat upaya pembangunan peradaban Islam yang produktif, dan tertinggal dari segi ekonomi dan pendidikan.

"Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab mengapa banyak negara berpenduduk muslim masih tergolong under developed country dan mengalami ketertinggalan dalam bidang ekonomi, pendidikan, iptek dan bidang lainnya," tandas Ma'ruf Amin.


Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU