Anggota komisi VII DPR RI Fraksi PAN, Andi Yuliani Paris mempertanyakan anggaran Kementerian ESDM yang dinilai sangat besar namun tidak ada hasilnya. Adapun anggaran Kementerian ESDM di tahun 2021 yang disebutkan oleh Andi yaitu mencapai Rp287 miliar.
Dia juga mengatakan bahwa anggaran yang akan digunakan untuk membuat kebijakan, rekomendasi serta studi tersebut tidak berguna untuk masyarakat. Melihat anggaran Kementerian ESDM sebesar itu, Andi mengaku sampai menangis.
"Saya kadang-kadang nangis lihat anggaran 2021 Kementerian ESDM, Rp287 miliar hanya untuk bikin kebijakan, bikin rekomendasi, bikin studi itu tidak ada gunanya pak untuk rakyat. Saya pernah minta di ruangan ini, 'mana hasil studi tahun sebelumnya?' saya kan di komisi VII dulu, saya bongkar kemarin file saya jejerin semua itu berulang-ulang ya," kata Andi saat rapat kerja bersama Kementerian ESDM pada Januari lalu.
Andi menilai hasil dokumen dari rekomendasi dan studi kementerian ESDM hanya di ulang-ulang saja.
Baca juga: Kementerian ESDM Putuskan Tarif Listrik 13 Golongan Non Subsidi tak Naik Hingga Maret
Dia kemudian mempertanyakan anggaran untuk membuat Permen Menteri yang menghabiskan biaya sebesar Rp4,8 miliar dan Rp4,9 miliar untuk membuat draft Kepmen kewilayahan Sektor Mineral dan Batubara.
Andi heran mengapa Kementerian ESDM baru mau membuat rekomendasi.
"Kalau baru mau buat rekomendasi sekarag, selama ini Kementerian ESDM kerjanya apa ya? Gak ada kerjanya, semya baru mau dibuat studi, baru mau dibuat kebijakan, baru mau dibuat rekomendasi," ujarnya.
"Nangis saya pak lihat ini, dimana hati nurani bapak-bapak dan ibu-ibu di Kementerian ESDM? Saya tahu pekerjaan ini nggak bisa diperiksa KPK dan nggak bisa diperiksa oleh BPK, karena intangible, nggak kelihatan" kata Andi
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: