Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait adanya dugaan pengambilan paksa oleh lingkungannya.
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengatakan, proses pengiriman surat kepada Presiden Jokowi adalah dari komitmen dan kesepakatan antara kedua belah pihak.
“Untuk saling menjaga hubungan baik dan komunikasi yang lancar,” kata Herzaky kepada wartawan, Rabu (3/2/2021).
Dia menekankan komitmen ini dilakukan juga untuk menghentikan tindakan orang-orang yang gemar mencatut dan mengatasnamakan Presiden Jokowi maupun nama Ketua Umum Partai Demokrat dengan tujuan untuk mengadu domba.
“Jadi jangan dibelokkan, kok malah kita dianggap berhadapan dengan Istana,”tegasnya.
Di sisi lain, Herzaky menyarankan agar di masa pandemi Covid-19 yang belum selesai ini, bagi orang-orang yang diberi amanah dan jabatan oleh Bapak Presiden, harus lah fokus bekerja untuk membantu rakyat.
“Jangan dulu bicara capres-capresan. Kasihan Presiden. Jangan sampai amanah yang sudah diberikan, dibalas air tuba,” tandasnya.
Baca Juga: POPULER: Gadis Gantung Diri Bersama Kekasihnya dan Hasil Tes Kejiwaan Tersangka Oral Seks
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku sudah memberikan surat secara resmi kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Adapun surat tersebut untuk melakukan klarifikasi terkait dugaan keterlibatan lingkaran Jokowi yang ingin mengambil alih Partai Demokrat.
“Tadi pagi, saya telah mengirimkan surat secara resmi kepada Yang Terhormat Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini,” kata AHY di kantor DPP Demokrat, Jl. Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/2/2021).
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: