Minggu, 31 JANUARI 2021 • 15:47 WIB

Viral Santri Berdarah-darah usai Ditegur Anak Kiai, Diduga karena Tak Salat Berjamaah

Author

Santri berdarah kena serpihan kaca. (Twitter/@summercooler_)

Sebuah akun Twitter dengan nama akun @summercooler_ membagikan kisah santri yang berdarah-darah usai ditegur anak seorang kiai. Peristiwa tersebut terjadi di sebuah pesantren pada Sabtu sore (30/1/2021).

"Kejadiannya kemarin sore (30/01/2021) di pesantren dekat rumah ibu saya. Kejadian anak santri dipukuli oleh salah satu anak Kyai sudah bukan pertama kali dengar beritanya. Kemarin sore kebetulan ada bukti, saya coba lapor sana sini," cuit wanita yang diketahui bernama Affi tersebut mengawali ceritanya.

Affi kemudian menjelaskan bahwa pemilik pesantren tempat santri tersebut menimba ilmu agama masih memiliki hubungan keluarga dengannya. Meski tahu akan ada risiko yang harus diterima, namun ia tetap merasa tidak adil jika hanya diam.

Berdasarkan keterangan saksi, santri tersebut awalnya sedang tidur. Pelaku lalu memecahkan kaca dan serpihannya mengenai muka santri tersebut. Affi mengatakan, santri tersebut ditegur karena tidak salat berjamaah ke masjid.

Baca juga: Video Pembagian Makanan Para Santri saat Mondok, Netizen Jadi Ikut Nostalgia

Cuitan tentang santri yang berdarah-darah usai ditegur karena tak salat berjamaah. (Twitter/@summercooler_)

Dia mengaku sudah melaporkan kasus yang menimpa santri tersebut ke KPAI. Namun, dari pihak santri ingin menyudahi permasalahan tersebut dan memilih berakhir damai.

"Sejauh ini sudah saya dilaporkan ke KPAI melalui salah satu keluarga saya juga. Kakak korban yang seorang santri menutupi dari orang tuanya. Menolak kasusnya ditindaklanjuti, alias disudahi saja," kata Affi.

Cuitan tentang santri yang berdarah-darah usai ditegur karena tak salat berjamaah. (Twitter/@summercooler_)

Affi mengungkapkan pemilik pesantren adalah orang besar dan terhormat. Namun, ia tidak menyebut pesantren yang dimaksud. Menurutnya, peristiwa seperti ini sudah berkali-kali terjadi.

"Yang punya pesantren orang besar, sayapun sungguh menghormati beliau sebagai seorang Kyai dan Pakdhe saya sendiri. Tapi, ini sudah berkali-kali saya dengar. Yang katanya sudah selesai tapi berulang. Ngapunten," ujarnya.

Di akhir utasnya, Affi mengatakan bahwa pesantren tersebut sebenarnya didikannya sangat bagus. Dia hanya sangat menyayangkan tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelaku.

"Ijin meluruskan dan menambahkan. Saya tau betul di pesantren ini didikannya sangat bagus. Yang saya soroti di sini adalah tindak kekerasan pelaku. Mohon bantuan doanya teman2 agar kasus ini bisa terselesaikan dan tidak berulang," ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU