Sabtu, 16 JANUARI 2021 • 10:45 WIB

Penyelam Polri Fokus Cari Korban dan Puing Pesawat Sriwijaya Air SJ-182

Author

Tim penyelam gabungan dari Polri melakukan pencarian korban dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ 182 di sekitar lokasi jatuhnya pesawat tersebut di perairan Kepulauan Seribu Jakarta, Sabtu (16/1/2021). (ANTARA/Aditya Ramadhan)

Tim penyelam gabungan dari Polri hari ini memfokuskan pencarian korban dan bagian pesawat Sriwijaya SJ-182 yang jatuh di perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu.

"Tim kami, di samping tugas yang terbagi di beberapa sektor, tetap fokus pada pencarian korban dan bagian pesawat," ucap Kepala Sub Satgas Polair Direktorat Polairud Baharkam Polri Kombes Pol Yulius dikutip Antara, Sabtu (16/1/2021).

Dia menambahkan, tim penyelam Polri yang diterjunkan untuk melakukan pencarian hari ini melibatkan personel gabungan dari Korpolairud Baharkam, Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Banten, dan Korps Brimob dengan total 90 penyelam.

Polri, kata Yulius, juga mendapat bantuan dari penyelam relawan dari Komunitas Pecinta Laut dan Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) serta beberapa penyelam dari pulau sekitar di Kepulauan Seribu.

Tim penyelam Polri terpusat di Kapal Polisi (KP) Bisma 8003 yang dijadikan posko penyelam gabungan dari Polri dalam misi pencarian jasad dan puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Setiap harinya, Polri menerjunkan tiga tim penyelam di tiap tiga sesi pencarian pada pagi, siang dan sore hari.

Hari sebelumnya, tim penyelam Polri berhasil mengangkat puluhan temuan baik itu bagian jasad korban, maupun barang-barang pribadi seperti pakaian dan kartu identitas serta sejumlah puing pesawat.

Diketahui, Pesawat Sriwijaya Air nomor register PK-CLC SJ 182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu di antara Pulau Lancang dan Pulau Laki.

Pesawat jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang setelah melewati ketinggian 11.000 kaki dan pada saat menambah ketinggian di 13.000 kaki.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU