Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) ketahuan mencuri perhiasan majikannya. Tak tanggung-tanggung, wanita itu mencuri perhiasan yang bernilai total hingga puluhan juta rupiah.
Namun, saat diinterogasi oleh majikannya, ART tersebut mengaku menjual perhiasan itu dengan harga tidak sampai Rp2 juta.
"Kamu jual berapa?," tanya sang majikan kepada ART yang sedang duduk itu.
"Satu juta tiga ratus," jawab sang ART.
"Itu harganya Rp20 juta, kamu tahu enggak?," balas sang majikan.
"Saya enggak tahu," kata ART-nya gelisah.
Saat ditanya uang hasil penjualan perhiasan dibelikan apa, si ART mengaku tidak membeli apa-apa. Usut punya usut, rupanya perhiasan yang dicuri cukup banyak, mulai dari cincin nikah, cincin berlian, hingga anting-anting.
ART ini awalnya mengeles, namun pada akhirnya dia mengaku setelah dimaafkan oleh majikannya. Dia menyebut telah menjual perhiasan tersebut dengan harga Rp1,3 juta.
"Ibu maafin saya enggak?" tanya ART itu
"Iya saya maafin, tapi ke mana saya mau tahu," kata majikannya.
"Dijual," ungkap sang ART.
"Berapa kamu jual?," tanya majikannya penasaran.
"Murah sih, cuma satu juta tiga ratus. Satu juta setengah, sudah," ungkap ART.
Majikannya pun begitu kecewa dengan perbuatan ART-nya yang sudah diberi gaji, namun masih tega-teganya menusuk dari belakang dengan mencuri harta.
"Terus uangnya buat apa? Kamu kan ada gaji, kok kamu masih mencuri nyolong perhiasan saya? Cincin kamu ambil berapa? 3 yang ada berliannya. Belum yang ini, iya kan. Berapa banyak yang kamu ambil? Terus anting saya yang kaya gini yang panjang mana? Kamu jual juga?," kata majikan berusaha tidak emosi.
Cara interogasi dari majikan ini pun menuai pujian netizen. Dia mampu mengendalikan emosinya dan tidak langsung melabrak ART yang ketahuan mencuri itu.
Di lain pihak, netizen ramai-ramai menghujat ART yang dinilai tidak tahu terima kasih tersebut. Sayangnya, belum diketahui kapan dan di mana peristiwa ini terjadi.
Artikel menarik lainnya
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: