Otoritas Mesir memamerkan sekitar 100 peti mati yang beberapa di antaranya berisi mumi. Selain itu, turut dipamerkan pula 40 patung emas, topeng, dan artefak lain yang ditemukan di selatan Kairo, Mesir.
Ditemukan juga 20 kotak kayu Dewa Horus, beberapa patung ushabti, jimat, dan empat topeng penguburan yang berlapis emas.
Dilaporkan Daily Mail, peti mati atau sarkofagus tersebut telah terkubur lebih dari 2.500 tahun. Ratusan peti mati berisi mumi dan patung emas tadi dipamerkan di Saqqara.
Baca juga: FOTO: Penemuan 80 Peti Mati Kuno di Mesir
Arkeolog menyebut bahwa hasil X-Ray menunjukkan mumi yang berada di dalam sarkofagus tersebut berada dalam kondisi baik dan terbungkus dengan kain.
Menurut Menteri Pariwisata dan barang antik Mesir Khaled el-Anany, penemuan bersejarah ini berasal dari Dinasti Ptolemeus yang memerintah Mesir selama 300 tahun, mulai dari tahun 320 SM hingga 30 SM.
Khaled menambahkan bahwa mereka akan memindahkan artefak tersebut ke tiga museum di Kairo. Pameran 100 peti mati ini merupakan bagian dari serangkaian penemuan arkeologi terbaru di Mesir.
Sejak September, arkeolog setidaknya telah menemukan 140 sarkofagus yang berada dalam kondisi tersegel di Saqqara.
Situs Saqqara sendiri merupakan bagian dari nekropolis di Memphis. Reruntuhan Memphis telah masuk situs warisan dunia UNESCO di tahun 1970-an.
Khaled mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan penggalian dan melanjutkan misi arkeologi tersebut. Dia yakin akan lebih banyak penemuan berharga di situs tersebut.
"Ini membantu kami mengetahui lebih banyak tentang praktik dan teknik mumifikasi di daerah itu," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Dewan Kepurbakalaan Tertinggi Mesir Mostafa Waziri, mengatakan sarkofagus tersebut kemungkinan merupakan milik orang kaya atau pejabat pada masanya.
"Peti-peti ini menunjukkan mumi di dalamnya berasal dari keluarga kaya. "Bahan, dekorasi, serta teknik mumifikasi mengungkap status prestisius dari pemilik peti mati tersebut," terangnya.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: