Selasa, 06 OKTOBER 2020 • 14:28 WIB

Pimpinan DPR Akui Bisik-bisik ke Puan Sebelum Mikrofon Mati, Ini yang Dikatakan

Author

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. (INDOZONE/Sarah Hutagaol)

Wakil Ketua DPR sekaligus yang memimpin sidang rapat paripurna pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja, Azis Syamsudin menjawab soal insiden matinya mikrofon saat anggota Fraksi Partai Demokrat Irwan Fencho melakukan interupsi.

Ia pun mengakui bahwa dirinya sempat berbisik kepada Ketua DPR Puan Maharani sebelum mikrofon milik Irwan mati. Namun, ia memastikan bahwa yang dikatakan bukanlah untuk mematikan mikrofon tersebut.

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, dalam bisikannya kepada Puan, ia hanya meminta agar tidak ada suara ganda pada saat interupsi sidang paripurna.

"Nah saya berbisik kepada Bu Ketua supaya tidak doubling, suaranya tidak doubling ke saya," kata Azis di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/10/2020).

"Tadi saya contohkan, saya mau nyalain zoom meeting suaranya keluar, Anda nyalain zoom meeting suaranya keluar, voice-nya doubling nggak? Double kan? Nah itu yang saya minta supaya saya bisa mendengar," terangnya.

Meski tak menegaskan apakah Puan yang mematikan mikrofon tersebut, namun Azis menyebutkan kalau dalam tata tertib sidang paripurna, mikrofon sudah diatur dan akan mati setelah lima menit berbicara.

"Mik di DPR itu secara tata tertib diatur setiap lima menit orang bicara mati. Ada di dalam tata tertib. Tapi secara timer, secara tata tertib, setiap lima menit dia mati mik itu, tanpa disuruh pun mati dia," tambah Azis.
 

Artikel Menarik Lainnya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU