Sebuah pengalaman kurang mengenakan dialami seorang istri karena harus menerima kenyataan diceraikan suaminya gegara suntik KB. Bagaimana ceritanya.
"Cerai karena KB 3Bulan. Serem yaaa judulnya, ini cerita temen saya, semoga ada manfaat yang bisa diambil ya. Cerita ini untuk yang sudah menikah," tulis Nana Risnawati Herdiana dalam Komunitas Bisa Menulis yang diunggah akun Instagram mak_inpoh.
Dalam unggahan tersebut, Nana menceritakan kisah temannya bernama Dina (25) yang sedang menikmati indahnya menjadi seorang ibu. Sudah 10 bulan semenjak kelahiran pertamanya, dia awalnya merasa menjadi istri paling beruntung di dunia.
"Bagaimana tidak? Suamiku selalu membantu pekerjaan rumah, menjaga bayiku, tidak pernah merepotkanku dan mengabulkan segala yang aku inginkan," cerita Dina.
Dina pun menuturkan, setiap pagi sebelum berangkat kerja, suaminya selalu merapikan dapur, sarapan makanan yang dibelinya sendiri dari luar, sesekali menyuapinya dan selalu menyediakan teh hangat untuknya. Bahkan, sang suami selalu menyediakan cemilan agar jika merasa lapar, Dina tak perlu ke luar rumah.
"Aku merasa suamiku sangat mencintaiku dan ini wujud cintanya karena aku telah melahirkan seorang bayi untuknya. Tiap malam aku begadang dan suamiku selalu menemaniku terjaga," tuturnya.
"Aku tidak diperkenankan untuk memasak, jika ia pulang kerja ia akan membawa makanan yang ia beli untuk makan malamnya atay memasak mie instan sendrii. Sungguh suamiku yang terbaik," sambung Dina dalam cerita yang ditulis Nana.
Namun, sempat terlintas dalam pikirannya, tiap malam suami hanya memeluknya dan tidak pernah meminta Dina berhubungan badan. Dia coba berfikir positif, suaminya memahami kondisinya yang sangat trauma dengan bekas jahitan usai melahirkan.
Kemudian, Dina menceritakan jadwal haid yang sangat tidak beraturan setelah menggunakan KB suntik 3 bulan juga menjadi alasan suaminya mengerti sehingga tak mengajaknya berhubungan badan.
"Setiap bulan aku hanya mengeluarkan sedikit flek haid di CDku 2-3 hari lalu hilang. Dan 2 hari setelahnya muncul kembali. Lalu hilang lagi. Ini menjengkelkan! Tapi suamiku tidak mengeluhkan hal ini selama ini," urainya.
Hingga suatu hari, suaminya seolah ingin meminta melakukan hubungan badan kepadanya. Namun, gagal setelah si suami tahu jika Dina sedang keluar flek haid.
"Suamiku mencumbuku manja dan aku tahu arahnya kemana, tapi suamiku seketika pergi begitu saja ketika ia lihat di CD ku ada flek haid lagi. Ia tak menggerutu hanya pergi dan aku tak tahu kapan ia kembali karena aku langsung tertidur," kenang Dina.
Keesokan paginya, Dina melihat suami sibuk mempersiapkan segala hal seperti biasa. Bedanya, si suami tanpa pamit kepadanya langsung pergi menaiki sepeda motor.
"Kesibukanku mengurus bayi membuatku tak sempat menghubungi suamiku lewat WA untuk menanyakan apa yang terjadi. Degggg...HP ku bergetar dan kulihat chat dari suamiku 'Neng, kita masing-masing aja dulu ya. Kayanya abang ga bisa sama kamu kalau begini terus'," ungkap Dina terkejut.
"Eman ada apa bang?" tanya Dina kepada suaminya.
"Abang cape Neng nungguin Neng mens terus. Sekalinya ga mens Neng tidur nyenyak sama anak kita tanpa melihat bagaimana Abang tidur kesakita di belakang Neng," jawab si suami.
"Ya Allah bang? Semuanya bisa dibicarak baik-baik di rumah kan? Maafin Neng kalau salah. Neng akan perbaiki semuanya," pinta Dina kepada sang suami.
Namun, suami Dina bersikeras untuk berpisah dengan alasan tak kuat harus menahan tanpa berhubungan pasca melahirkan. Suami pun meminta Dina mengemasi barangnya karena mau diantar kembali ke rumah orangtuanya.
"Maaf Neng Abang ga bisa! Abang sudah terlalu lama menunggu Neng sadar. Rasa Abang untuk Neng menghilang seketika. Bersiapkah nanti Abang akan antarkan Neng pulang ke rumah orang tua Neng," balas chat suami Dina.
Nana yang menulis cerita itu pun mengambil pelajar penting dari kisah sahabatnya tersebut, yakni pentingnya komunikasi antara suami istri.
"Selama ini Neng merasa suaminya sangat mencintainya dengan semua perlakuan suaminya ke Neng. Namun, kenyataan sebaliknya," akhir cerita Dina yang ditulis oleh Nana.
Netizen pun merasakan kesedihan yang dialami Dina dalam cerita tersebut. Mereka pun mempertanyakan, apak semua suami merasa menderita jika tidak melakukan hubungan badan dalam kondisi seperti itu.
"Sebagai wanita, aku pengen tanya ke laki2. Apa kalo hasratnya gk tersampaikan bisa semenderita itu ya??" komentar akun awsukma.id.
"Emang komunikasi penting dan itulah gunanya saling diskusi antar suami dan istri..istri pake KB ini tnya sama suami dlu gimana , ksh tau efek efeknya biar suami gk kaget..suami gk mau ? Ya suaminya yg hrs KB / jgn sampe lupa cabut ( klo emang blm pgn punya anak)," sahut wiidyaas.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: