Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan, hingga pertengahan Agustus 2020, BI telah menggelontorkan likuiditas senilai Rp651,5 triliun untuk menggairahkan perekonomian negara.
Hal itu diungkapkan Perry Warjiyo dalam pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) secara virtual hari ini, Rabu (19/8/2020).
"Likuiditas lebih dari cukup, ditopang operasi moneter yang diperoleh BI hingga Agustus 2020 di perbankan dan pasar uang Rp 651,5 triliun," kata Perry.
Perry menjelaskan, kucuran likuiditas yang diberikan bank sentral termasuk penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) sekitar Rp155 triliun dan ekspansi moneter dengan nilai kurang lebih Rp462,4 triliun.
"Termasuk dalam bentuk term repo dari SBN dan sekunder," jelasnya.
Perry mengungkapkan, Bank Indonesia menekankan kebijakannya pada jalur kuantitas melalui penyediaan likuiditas untuk mendorong pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19, termasuk dukungan Bank Indonesia kepada Pemerintah dalam mempercepat realisasi APBN tahun 2020.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: