Kamis, 02 JULI 2020 • 16:33 WIB

350 Ekor Gajah di Botswana Mati Secara Misterius, Dijuluki Bencana Konservasi

Author

Seekor gajah yang mati di dekat pinggrisan danau. (Twitter/@ursulamurphy123)

Lebih dari 350 ekor gajah di Botswana utara mati secara misterius. Para ilmuwan bahkan menyebut kejadian ini sebagai bencana konservasi.

Kematian gajah di wilayah ini, pertamakali dilaporkan Delta Okavango pada awal Mei 2020. Menurut catatan, dalam satu bulan, kematian gajah mencapai 169 ekor.

Lalu, pada pertengahan Juni, jumlahnya mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat. 70% kematian gajah-gajah ini terjadi di dekat lubang air.

"Ini adalah kematian massal pada tingkat yang belum pernah terlihat dalam waktu dekat. Selain karena kekeringan, saya tidak tau penyebab kematian massal seperti ini," ucap dr. Niall McCann, direktur konservasi di National Park Rescue, Inggris.

Hingga kini, pemerintah Botswana belum melakukan penelitian terhadap ratusan gajah yang mati mendadak ini. Sehingga mereka belum mengetahui apa yang menyebabkan gajah-gajah ini mati. Namun, ada dua kemungkinan yang menjadi penyebab kematian gajah-gajah ini. Pertama, karena keracunan atau terinfeksi patogen yang belum diketahui pasti.

"Ketika gajah mengalami kematian massal di dekat tempat tinggal manusia, penyakit adalah salah satu hal yang paling mungkin menjadi penyebabnya. Miris melihat pemrerintah belum mengirim sampel ke laboratorium yang memiliki reputasi baik," ucap McCann dilansir dari The Guardian.

Berdasarkan penuturan saksi mata, sebelum mati, beberapa ekor gajah tampak berjalan berputar-putar. Kondisi ini menandakan bahwa mereka mengalami masalah neurologis.

"Jika kita melihat bangkainya, beberapa dari mereka jatuh terjerembab tepat di wajah mereka, menunjukkan bahwa mereka mati sangat cepat. Yang lain mati lebih lambat, seperti yang berkeliaran. Jadi sangat sulit untuk mengatakan bahwa penyebab kematian adalah keracunan," sambungnya.

Diketahui, banyak gajah yang mengalami kelaparan di daerah tersebut. Beberapa dari mereka bahkan terlihat lemah dan kurus. Kondisi ini menandakan bahwa akan ada lebih banyak gajah yang mati dalam beberapa minggu ke depan.

Menurut para ahli konservasi, jumlah gajah yang mati mungkin lebih besar dari angkat yang tercatat saat ini. Ada kabar yang menyebutkan bahwa kematian gajah-gajah ini karena racun sianida yang sering digunakan oleh para pemburu liar di Zimbabwe.

Namun, jika racun yang menjadi penyebabnya, tentu ada hewan lain yang mati. Berdasarkan laporan berita lokal, beberapa burung nasar, yaitu burung pemakan bangkai tak menunjukkan perilaku abnormal dari burung pemakan bangkai gajah.

Kini, pihak konservasi sudah mendesak otoritas setempat untuk menjaga bangkai gajah itu, sehingga gadingnya tak diambil para pemburu liar.

"Kami telah mengirim sampel untuk pengujian dan kami harap hasilnya akan keluar dalam beberapa minggu ke depan," tutur dr. Cyril Taolo, direktur departemen margasatwa dan taman nasional Botswana.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU