Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar masa transisi (PSBBT) Fase I telah memasuki tahap evaluasi. Jika dianggap sukses, maka PSBBT akan berlanjut ke Fase II.
Pada PSBB Transisi fase II nantinya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pernah menjanjikan beberapa usaha sektor hiburan dan wisata bisa kembali beraktivitas. Adapun itu ialah pembukaan gedung pertemuan (pameran di auditorium, MICE), bioskop, studio rekaman, rumah produksi film, hiburan malam atau diskotek, karaoke, bar, olahraga indoor, dan festival terbuka.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia, mengungkapkan, sektor-sektor ini masih menghadapi dilema untuk menerapkan protokol kesehatan yang pas.
Kerenanya, inovasi lebih dan ide kreatif pun jadi kunci agar jalannya kegiatan dan aktivitas bisnis bisa tetap ditopang protokol yang menjamin meminimalisasi potensi penularan virus corona (Covid-19).
"Saya tidak mau berandai-andai bagaimana Fase II. Kita lihat dulu fase I seperti apa, lanjut atau tidak. Tapi kita terus bahas bareng-bareng dengan pelaku usaha, kira-kira solusinya seperti apa," kata Cucu, Selasa (30/6/2020).
Cucu menyampaikan, inovasi menerapkan protokol kesehatan ini merupakan tantangan bersama pemerintah dan dunia usaha. Sebab, beberapa jenis usaha di sektor ini memang tidak bisa dipaksa untuk menerapkan protokol kesehatan.
Beberapa contoh misalnya bioskop, apabila dipaksa buka dengan batasan kapasitas, tidak bisa balik modal menutup biaya operasional. Sama halnya dengan pameran, yang apabila dipaksa terlaksana dengan social distancing, maka peserta pameran akan terlalu sedikit.
Selain itu fasilitas olahraga atau pertunjukan indoor, berisiko besar karena berada dalam ruangan yang memiliki kapasitas.
"Masalah inovasi itu kan teknisnya kembali ke pelaku. Kita sendiri dari Dinas juga mempelajari (protokol) dari negara lain. Contoh misalnya diskotek, ini sulit, belum ada contoh sampai sekarang. Di dunia belum ada yang nemu," tambahnya.
Karen itu, inovasi akan terus digali. Dia menambahkan ada beberapa kemungkinan, seperti mengubah budaya menonton film atau konser musik dari dalam mobil, atau mendorong rekan-rekan wedding organizer untuk menggelar acara yang lebih kompak.
"Misalnya untuk yang pernikahan, yang biasanya ada pakem-pakem seperti makan di tempat, misalnya inovasinya dari pengelola, besek aja lah, kayak orang selametan. Ini kan inovasi juga," ungkapnya.
Melihat kondisi ini, sejalan dengan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 mempersiapkan evaluasi PSBBT Fase I ini, Disparekraf akan terus berkomunikasi dengan para pelaku usaha, serta menentukan kebijakan pembatasan apa yang paling tepat untuk diimplementasikan.
Artikel Menarik Lainnya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: