Kamis, 25 JUNI 2020 • 12:18 WIB

Sosok Serma Rama Wahyudi Prajurit TNI yang Gugur dalam Misi Perdamaian PBB di Kongo

Author

Serma Rama Wahyudi Prajurit TNI yang gugur menjalankan misi perdamaian di Kongo

Kontak senjata antara pasukan yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco dengan kelompok bersenjata membuat seorang prajurit TNI gugur di Kongo.

Prajurit TNI tersebut bernama Serma Rama Wahyudi, dia gugur di Kongo dalam menjalankan misi perdamaian PBB di Republik Demokratik Kongo.

"Gugurnya prajurit TNI atas nama Serma Rama Wahyudi dan satu orang prajurit TNI yang terluka diakibatkan oleh serangan kelompok bersenjata," kata Kabidpeninter Puspen TNI Kolonel Laut Agus Cahyono seperti yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Rabu (24/6/2020).

Agus menjelaskan kalau Serma Rama Wahyudi gugur dalam serangan kelompok bersenjata di wilayah Makisabo, Kongo, Afrika, Senin (22/6/2020), pukul 17.30 waktu setempat.

Peristiwa tersebut terjadi pada saat rombongan tengah bertugas melakukan pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco.

"Prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco tengah melaksanakan pembangunan jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat," kata Agus.

Ketika perjalanan kembali ke Central Operation Base (COB), terjadi penghadangan dari kelompok bersenjata.

"Kelompok bersenjata tersebut menghujani tembakan ke arah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo," jelasnya.

Serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Infokomando ???? (@infokomando) on

Setelah terjadi kontak senjata, diketahui Serma Rama Wahyudi meninggal dunia akibat terkena tembakan yang menembus dada atas sebelah kiri.

Sosok Serma Rama Wahyudi

Serma Ramah Wahyudi merupakan prajurit TNI AD Detasemen Peralatan (Denpal) 1/4 Pekanbaru, Riau. Beliau lahir bulan Juli 1983 di Dolok Sinubah.

Dia bertugas dibagian Bengkel Lapangan yang menangani kendaraan tempur.

Dikenal sebagai prajurit terbaik di Denpal. Selain berprestasi, almarhum juga dikenal sosok yang rajin dan pekeja keras.

Almarhum juga meninggalkan tiga orang anak, dua perempuan dan satu laki-laki. Anak pertama kelas dua SD, anak kedua TK, dan yang terakhir masih berusia 4 tahun.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU