Kamis, 23 APRIL 2020 • 16:52 WIB

Aktivis Ravio Patra Ditangkap, Netizen Buat Petisi #BebaskanRavio

Author

Petisi bebaskan Ravio Patra bergulir di Twitter. (change.org).

Polda Metro Jaya telah mengamankan dan menahan aktivis Ravio Patra pada kemarin malam (22/4/2020) karena dugaan penyebaran berita onar. Namun aksi penangkapan itu membuat para netizen gerah karena merasa ada yang janggal, sehingga membuat petisi untuk membebaskan Ravio Patria.

Tagar itu bergulir di Twitter dan menjadi trending. Tuduhan penyebaran berita onar dianggap sebagian netizen terkesan sedikit janggal. 

Ravio Patra memang dikenal sangat vokal menyuarakan kritik kepada pemerintah, termasuk saat kondisi pandemi virus corona seperti ini. Lalu tiba-tiba terdengar kabar bila ia ditangkap polisi diduga menyebarkan berita hasutan untuk melakukan aksi pembakaran pada 30 April 2020 mendatang. 

Beberapa hari sebelumnya, Ravio mengatakan bila akun WhatsApp miliknya tidak bisa diakses. Seperti ada yang meretas akunnya dan menyebarkan berita itu. 

Salah seorang netizen membeberkan kronologi tersebut melalui akunnya. Seperti yang ditulis @margianta lewat akunnya.

"@raviopatra diretas WAnya utk kirim pesan provokatif. Dlm hitungan jam, dia ditangkap polisi. Retasan serupa terjadi serentak ke teman2 aktivis lain. Saatnya #SalingJaga. Dlm krisis seperti ini, rasa takut dpt memecah solidaritas & mengalihkan perhatian kita. #BebaskanRavio," tulis akun @margianta.

Penangkapan itu disayangkan oleh para netizen lainnya yang akhirnya membuat tagar tersebut. 

"What a horrible time in Indonesia #bebaskanravio bebaskan
@raviopatra
," ucap akun @lalusastra. 

"Jujur, gue males banget ikutan petisi2an. But for this one, I feel like I have to do the right thing. #BebaskanRavio, Ungkap Pelaku Peretasan! - Sign the Petition!" tulis akun @fraviato.

Petisi #BebaskanRavio sendiri diprakasai oleh salah satu rekan Ravio, bernama Ryan Fajar Febrianto melalui akun cange.org. Dalam petisinya, Ryan menjelaskan alasan petisi itu dibuat, termasuk sebagian kronologi menurut versi Ryan.

"Sejak Rabu jam 14.00 siang Ravio nggak bisa akses WhatsAppnya. Dan setelah dilaporkan, pihak WhatsApp konfirmasi adanya peretasan atau hacking di akun Ravio. Akun Ravio dipakai untuk sebarkan pesan provokatif ajakan penjarahan pada tanggal 30 April, bahkan ke nomor nggak dikenal," tulis Ryan dalam petisi tersebut.

"Lanjut sekitar pukul 19.00 malam, ada yang datang mencari Ravio di kostnya. Rekan SAFEnet kemudian meminta Ravio untuk mematikan handphone dan mencabut baterai handphone sesuai prosedur keamanan standar, lalu mengevakuasi diri ke rumah aman. Malam itu juga, Ravio ditangkap di depan rumah aman," tambahnya.  
 

Sampai saat artikel ini dibuat, sudah ada 3.559 tanda tangan petisi yang mendukung pembebasan Ravio Patra.

Artikel Menarik Lainnya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU