Rabu, 29 MEI 2019 • 16:08 WIB

Penumpang Transjakarta Meningkat Setelah MRT Beroperasi

Author

instagram.com/pt_transjakarta

Semenjak Moda Raya Terpadu (MRT) beroperasi di Ibu Kota ternyata telah memberi dampak yang positif terhadap angkutan Transjakarta. Direktur PT Transjakarta, Agung Wicaksono mengungkapkan secara statistik pengguna Transjakarta cenderung meningkat karena kehadiran MRT.

Agung Wicaksono mengatakan selama belum ada MRT Jakarta, rata-rata jumlah penumpang di koridor 1 mencapai 73.761 orang per hari. Namun, setelah MRT Jakarta yang terintegrasi dengan beberapa halte bus Transjakarta, jumlah penumpang Transjakarta di koridor 1 naik.

“Jumlah pelanggan rata-rata di koridor I pada hari kerja dari tanggal 13 Maret hingga 24 April mencapai 78.010 orang per hari. Jadi ada kenaikan jumlah penumpang rata-rata sebanyak 4.249 orang per hari,” kata Agung.

“MRT Jakarta sendiri telah mencapai rekor 116.748 penumpang, dengan rata-rata mencapai 80.550 penumpang per hari. Ini artinya, integrase antara MRT Jakarta dan Transjakarta semakin mempermudah warga mengakses transportasi publik. Sehingga mereka lebih memilih naik transportasi publik untuk aktivitas sehari-hari,” terang Agung Wicaksono.

Peningkatan ini terjadi tidak hanya terintegrasi dengan MRT Jakarta saja, lanjut Agung. Tetapi juga dikarenakan selama Januari hingga April Transjakarta sudah membuka 16 rute integrasi Bus Rapid Transit (BRT), 10 rute bus mikro, tiga rute lintas koridor dan lima rute Transjabodetabek.

Secara keseluruhan, setelah MRT beroperasi jumlah penumpang Transjakarta sudah menembus angka 800 ribu orang. Ke depannya, Transjakarta akan terus menambah layanan integrasi ke moda lainnya mulai dari MRT hingga LRT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Tags
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU