Seorang mahasiswi mengalami pelecehan seksual saat sedang berada di kereta. Wanita tersebut meminta agar para wanita berhati-hati dengan seorang pria bernama Ahmad Riyanto yang tinggal di Pesona Kalisari, Ps. Rebo.
Wanita itu mengatakan kalau Riyanto tinggal di Pesona Kilasari, PS. Rebo dan selalu naik Kereta Api Indonesia (KAI), khususnya tujuan Jakarta-Surabaya. Beradasarkan keterangan dari wanita itu, pelaku meremas hingga mencium tangannya.
"Kronologinya:kami sedikit mengobrol, ternyata dia tinggalnya dekat dan ayahku merupakan seniornya. Sekitar jam 2 pagi, aku merasakan tangannya meremas tanganku. Kemudian, ia meraih dan mencium tanganku, serta memasukkannya ke mulutnya (SANGAT MENJIJIKKAN). Aku sangat takut sampai tidak bisa bergerak," cuit mahasiswi yang namanya tak ingin disebutkan itu.
Ia sempat ketakutan, namun akhirnya ia memberanikan diri pergi menjauh dan mencari kondektur untuk melapor. "Dia berusaha kabur tapi tidak bisa kemana-mana karena kereta ini tidak berhenti di setiap stasiun. Kami akhirnya menangkapnya, aku menangis tetapi melihat wajahnya lagi aku jadi sangat marah," jelas mahasiswi tersebut.
Mirisnya, security kereta tersebut justru menganggap kejadian tersebut adalah hal yang biasa.
"Ironisnya, security kereta malah mengatakan 'ah biasalah mbak, namanya juga cowo. Mending kita omongin baik-baik, dia pelanggan, saya harus jaga privasinya. Lagi pula, mbaknya terlihat seperti anak karokean, bukan anak baik-baik, jelas aja dia berani'," curhat mahasiswi tersebut.
Wanita itu mengatakan kalau Riyanto tinggal di Pesona Kilasari, PS. Rebo dan selalu naik Kereta Api Indonesia (KAI), khususnya tujuan Jakarta-Surabaya. Beradasarkan keterangan dari wanita itu, pelaku meremas hingga mencium tangannya.
"Kronologinya:kami sedikit mengobrol, ternyata dia tinggalnya dekat dan ayahku merupakan seniornya. Sekitar jam 2 pagi, aku merasakan tangannya meremas tanganku. Kemudian, ia meraih dan mencium tanganku, serta memasukkannya ke mulutnya (SANGAT MENJIJIKKAN). Aku sangat takut sampai tidak bisa bergerak," cuit mahasiswi yang namanya tak ingin disebutkan itu.
Ia sempat ketakutan, namun akhirnya ia memberanikan diri pergi menjauh dan mencari kondektur untuk melapor. "Dia berusaha kabur tapi tidak bisa kemana-mana karena kereta ini tidak berhenti di setiap stasiun. Kami akhirnya menangkapnya, aku menangis tetapi melihat wajahnya lagi aku jadi sangat marah," jelas mahasiswi tersebut.
Mirisnya, security kereta tersebut justru menganggap kejadian tersebut adalah hal yang biasa.
"Ironisnya, security kereta malah mengatakan 'ah biasalah mbak, namanya juga cowo. Mending kita omongin baik-baik, dia pelanggan, saya harus jaga privasinya. Lagi pula, mbaknya terlihat seperti anak karokean, bukan anak baik-baik, jelas aja dia berani'," curhat mahasiswi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber:
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU