Plt Bupati Bekasi Segera Evaluasi Dirum Tirta Bhagasasi Usai Muncul Mosi Tidak Percaya dari Pegawai
INDOZONE.ID - Pelaksana Tugas Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja memastikan akan mengevaluasi Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Daud Husin menyusul aksi mosi tidak percaya yang dilakukan sejumlah pegawai perusahaan penyedia air bersih tersebut.
Asep mengatakan evaluasi akan dilakukan berdasarkan hasil kajian yang saat ini sedang disusun Dewan Pengawas Perumda Tirta Bhagasasi. Terlebih, aksi itu dilakukan oleh para pegawai di Badan Usaha Milik Daerah tersebut.
“Saya akan melakukan evaluasi kepada yang bersangkutan dengan berpedoman pada hasil kajian yang sedang disusun dewan pengawas,” kata Asep di Cikarang, Selasa (22/7/2026).
Asep menjelaskan bahwa ia belum mengetahui secara rinci mengapa aksi tersebut bisa terjadi.
Baca juga: Lagi Viral Diduga DC Kredivo Lakukan Pelecehan Seksual ke Nasabah
Namun, perhatian dari publik dan manajemen di Perumda Tirta Bhagasasi perlu diperhatikan mengingat aksi ini bisa berdampak pada pelayanan kepada publik.
Ia pun menegaskan, seluruh proses evaluasi akan dilakukan secara prosedural berdasarkan rekomendasi Dewan Pengawas.
“Yang penting menurut saya, Dewas buat kajian, kajiannya sampaikan ke saya untuk saya baca langsung. Ada evaluasi nanti, biar kita prosedural,” ujarnya.
Adapun pegawai yang menggelar aksinya mereka dengan melakukan pembentangan spanduk mosi tidak percaya. Aksi itu dilatarbelakangi kepemimpinan Direktur Umum Perumda Tirta Bhagasasi Daud Husin.
Baca juga: Ledakan Keras di Perumahan Elite Medan, Tim SAR Masih Cari 1 Korban
Aksi itu digelar karena kebijakan Dirum disebut tidak didasarkan pada kajian yang memadai. Daud dinilai menimbulkan keresahan di lingkungan kerja.
Selain itu, pegawai juga menyoroti persoalan komunikasi yang dianggap menghambat pelaksanaan tugas di internal perusahaan.
Selain itu, salah satu yang juga disorot para pegawai adalah dugaan konflik kepentingan dengan salah satu mitra kerja yang menurut perlu diklarifikasi sesuai prinsip tata kelola perusahaan.
Persoalan lain yang juga menjadi fokus pegawai adalah proses penyerahan aset wilayah pelayanan Perumda Tirta Bhagasasi kepada Pemerintah Kota Bekasi.
Baca juga: Jangan Sampai Salah! Ini Batas Jam Resmi Penurunan Bendera Menurut UU
Mereka menilai hal tersebut menimbulkan ketidakpastian terhadap pelaksanaan program strategis pengalihan aset.
Para pegawai pun mendesak agar segera dilaksanakan dialog dengan manajemen agar aspirasi dapat disampaikan langsung sebagai bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan tata kelola perusahaan.
Terpisah, manajemen Perumda Tirta Bhagasasi melalui bagian Humas menyatakan menghormati aspirasi sejumlah pegawai sebagai bagian dari hak menyampaikan pendapat.
Manajemen menegaskan aspirasi tersebut tidak mengganggu operasional perusahaan. Pelayanan administrasi maupun distribusi air bersih kepada pelanggan disebut tetap berjalan normal.
Baca juga: Viral Aksi Santai WNA Ngevape di Bandara Soekarno Hatta
“Seluruh layanan kepada pelanggan, baik pelayanan administrasi maupun distribusi air bersih, tetap berjalan normal sebagaimana mestinya,” demikian keterangan manajemen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan