Minggu, 17 MEI 2026 • 13:20 WIB

Basarnas Evakuasi Kru Kapal Pesiar Asal Filipina yang Sakit di Perairan Aceh

Author

Petugas karantina kesehatan memeriksa kru kapal pesiar sebelum dievakuasi di perairan Selat Benggala, Kabupaten Aceh Besar. (ANTARA/Humas Basarnas Banda Aceh)

INDOZONE.ID - Tim Basarnas Banda Aceh mengevakuasi seorang kru kapal pesiar warga negara Filipina yang mengalami sakit saat kapal melintas di perairan Selat Benggala, dekat Pulau Weh, Kota Sabang, Aceh.

Korban diketahui bernama Arante Faenielle Emerald, perempuan berusia 38 tahun yang bekerja sebagai kru kapal pesiar Mein Schiff 6 berbendera Malta.

Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain mengatakan proses evakuasi dilakukan pada Sabtu (16/5/2026) malam setelah pihak kapal meminta bantuan medis.

"Korban dievakuasi karena sakit, sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Korban dievakuasi dari kapal dan dibawa ke rumah sakit di Banda Aceh. Evakuasi berlangsung Sabtu (16/5) malam," kata Ibnu Harris Al Hussain di Banda Aceh, Minggu (17/5/2026.

Ia menjelaskan proses penjemputan dilakukan menggunakan kapal SAR KN Kresna 232 yang diberangkatkan dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh.

Baca juga: Basarnas Sebut Seluruh Korban Tewas Kecelakaan Kereta di Bekasi Wanita Dewasa

Sebelumnya, kapten kapal pesiar Mein Schiff 6 menghubungi pusat komando Basarnas untuk meminta bantuan evakuasi terhadap kru kapal yang sakit.

Saat itu, kapal sedang berlayar dari Port Klang, Malaysia menuju Hambantota, Sri Lanka.

Setelah menerima laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banda Aceh langsung berkoordinasi menentukan titik evakuasi dengan pihak kapal pesiar.

"Dari informasi tersebut, kami berkoordinasi dengan kapal pesiar tersebut untuk menentukan titik koordinat evakuasi korban. Selanjutnya tim evakuasi bergerak ke lokasi penjemputan yang berjarak sekitar 5,8 nautikal mil dari Pelabuhan Ulee Lheue ," ujarnya.

Setibanya di lokasi, KN Kresna 232 merapat ke kapal Mein Schiff 6. Tim dari Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Banda Aceh kemudian naik ke kapal untuk melakukan pemeriksaan terhadap korban guna memastikan tidak ada indikasi penyakit menular.

Baca juga: Basarnas Palu Kerahkan KN SAR Bhisma Cari Kapal Nazila 05 yang Tenggelam di Perairan Taliabu

Setelah dinyatakan aman, korban dipindahkan ke kapal SAR dan dibawa menuju Pelabuhan Ulee Lheue.

Dari pelabuhan, korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Ibnu mengatakan operasi evakuasi melibatkan sejumlah instansi, di antaranya bea cukai, imigrasi, TNI AL, Syahbandar, Satuan Radio Pantai Ulee Lheue, agen pelayaran, serta pihak terkait lainnya.

"Dengan selesainya evakuasi ABK warga negara Filipina tersebut, maka operasi SAR ditutup dan semua personel dikembalikan ke instansi masing-masing," kata Ibnu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU