Kamis, 26 FEBRUARI 2026 • 08:05 WIB

Kemensos Salurkan Bantuan Rp776 Juta Lewat Program Rehabilitasi Sosial di Bekasi

Author

Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf saat berkunjung ke RS Bhakti Husada di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (25/2/2026). (Z Creators/Joy Andre) 

INDOZONE.ID - Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf meninjau kegiatan Penyaluran Terpadu Asistensi Rehabilitasi Sosial yang digelar di RS Bhakti Husada, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (25/2/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan dengan total nilai mencapai Rp776.360.500 kepada sekitar 434 penerima manfaat.

Bantuan yang diberikan mencakup berbagai layanan sosial dan kesehatan, di antaranya operasi katarak, khitan gratis dan alat bantu bagi disabilitas.

"Untuk operasi katarak dibagi 41 penerima manfaat, khitanan untuk 10 penerima manfaat, serta penyaluran alat bantu disabilitas kepada 27 penerima manfaat," kata Gus Ipul, sapaan akrabnya di Cikarang.

Baca juga: Viral Aksi Pria Nekat Maling Hp di Lippo Mall Puri, Polisi Sebut Langsung Damai di Tempat

Selain itu, kegiatan juga meliputi pemeriksaan kesehatan, pembinaan dan bantuan kewirausahaan bagi 39 penerima manfaat, paket nutrisi, perlengkapan kebersihan diri, sarana dapur dan kamar, hingga perlengkapan sekolah.

Pelaksanaan penyaluran bantuan dilakukan di tiga lokasi, yakni Rumah Sakit Bhakti Husada, Desa Sukamanah, dan Desa Sukaasih di wilayah Kabupaten Bekasi.

"Kegiatan Penyaluran Terpadu Asistensi Rehabilitasi Sosial ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial bersama sejumlah pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Bekasi, RS Bhakti Husada Cikarang, serta Klinik Pratama Sunat Rusunda," ucap dia.

Gus Ipul menjelaskan, bantuan sengaja diberikan untuk keluarga yang belum tersentuh oleh program pembangunan dari pemerintah.

Baca juga: Di Jakarta hingga Tangerang, Brimob Polda Metro Jaya Korvei di Masjid-masjid

Ia pun mengajak seluruh pihak, termasuk swasta untuk melakukan kegiatan filantropi agar turut membantu keluarga dengan kategori miskin ekstrem.

"Mereka (masyarakat miskin) ada di sekitar kita, tapi belum tersentuh oleh program-program pembangunan. Mereka yang tertinggal, mereka yang belum belum beruntung, mereka yang tidak ada dalam data. Sehingga ini memang memerlukan perhatian khusus," pungkas dia. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU