Indonesia-Thailand Perbarui Kerja Sama Ekonomi Kreatif: Perkuat Produk Halal, Film, dan Gim
INDOZONE.ID - Kabar gembira buat pelaku industri kreatif di Indonesia!
Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) baru aja ngobrol serius sama delegasi pemerintah Thailand bahas pembaruan kerja sama di bidang ekonomi kreatif.
Pertemuan yang digelar di Gedung Film Pesona Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026) ini sepakat buat memperbarui MoU yang udah ada sejak 2019 biar makin relevan sama perkembangan industri yang super cepat.
Vibes-nya positif banget, siap bawa produk kreatif Indonesia makin mendunia!
Baca juga: Sambut Ramadhan, KPRK MUI Siapkan Program untuk Perkuat Solidaritas Sosial
Potensi Besar, Ekspor Udah Tembus Miliaran Dolar
Kenapa Tailan jadi mitra strategis? Soalnya, negara ini adalah salah satu tujuan utama ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia.
Data dari Kemenekraf nyatet, nilai perdagangan sektor ekonomi kreatif ke Tailan periode Januari-November 2025 mencapai 1,54 miliar dolar AS.
Sektor unggulannya antara lain kuliner, penerbitan, kriya, dan fesyen. Agus Syarip Hidayat, Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Kemenekraf, bilang angka ini nunjukin besarnya potensi yang bisa digali lebih dalam lewat kolaborasi yang diperbarui.
Baca juga: Kapan Tarawih Pertama 2026? Ini Prediksi Tanggal Versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah
Rencana Kolaborasi: dari Film, Gim, sampai Halal
Nah, yang bikin seru, dalam pertemuan ini kedua negara juga bahas peluang kolaborasi konkret di beberapa subsektor.
Di antaranya, partisipasi Indonesia dalam Grand Halal Bangkok buat nguatin produk kreatif halal, rencana produksi bareng film lewat Thai-Indonesian Film Festival, dan kolaborasi industri gim di ajang gamescom asia x Thailand Game Show.
Tujuannya jelas: memperluas pasar dan investasi sektor digital.
Indonesia juga ngajak Tailan buat ikutan dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) yang bakal digelar tahun ini sebagai forum global promosi ekonomi kreatif.
Strategi Kolaborasi Hexahelix dan Penguatan Daerah
Indonesia nggak cuma jualan produk, tapi juga penguatan ekosistem kreatif dari akar rumput.
Agus ngejelasin, ekonomi kreatif Indonesia bertumpu pada kekayaan budaya dan potensi daerah.
Makanya, Kemenekraf mendorong pendekatan kolaborasi hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan lembaga pembiayaan.
"Dengan model ini, kami ingin menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru yang tumbuh dari daerah dan berdampak secara nasional," tegasnya.
Baca juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat 15-21 Februari 2026, Warga Diminta Waspada
Dari pihak Tailan, Deputy Chief of Mission Kedutaan Besar Kerajaan Tailan di Jakarta, Hathaichanok Frumau, nyambut antusias.
Ia sepakat kalau ekonomi kreatif adalah sektor strategis buat pertumbuhan ekonomi, dan MoU dengan Indonesia sebagai mitra strategis harus segera ditindaklanjuti secara aktif.
"Kami berharap dapat mempercepat implementasi kerja sama serta memperluas kolaborasi agar kedua negara dapat menjadi pemain global dalam ekonomi kreatif," ujarnya.
Jadi, siap-siap aja ya, guys, karya kreatif Indonesia makin go internasional!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ekraf.go.id