Viral Anggota TNI-Polri Tuding Penjual Es Kue Disebut Berbahan Spon, Endingnya Minta Maaf
INDOZONE.ID - Media sosial dibuat heboh dengan adanya video menampilkan personel TNI-Polri mengamankan pedagang es dan menuding penjual menggunakan bahan spon. Endingnya, personel tersebut kini meminta maaf.
Viralnya video tersebut salah satunya diposting oleh akun Instagram fakta.indo. Dalam postinganya menampilkan momen ketika kedua personel ini tengah mengamankan pedagang es dan meninjukan es yang disebut berbahan spon.
Baca juga: Viral Pedagang di Duren Duren Sawit Dihajar Preman, 2 Pelaku Langsung Diringkus
"Seorang pedagang es kue jadul atau es gabus bernama Suderajat (49) dituding menjual es berbahan spon saat berjualan di kawasan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta. Dia bahkan dipaksa memakan daganganya sendiri yang telah diremas dengan tangan oleh oknum aparat," tulis akun tersebut dalam postinganya seperti dilihat pada Selasa (27/1/2026).
Usut punya usut, dari hasil pemeriksaan langsung oleh Tim Keamanan Pangan atau Security Food Dokpol Polda Metro Jaya, seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar dan coklat meses dipastikan aman dan layak dikonsumsi.
Singkat cerita, anggota TNI selaku Babinsa Kelurahan Utan Panjang dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa memberikan klarifikasi terkait video tersebut di Aula Mako Polsek Kemayoran pada Senin, 26 Januari 2026 malam.
Dalam klarifikasi itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi menyatakan rasa penyesalan atas sikap kelirunya, serta menghaturkan permohonan maaf kepada si penjual.
Berikut pernyataan lengkap klarifikasi Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa dan Babinsa Kelurahan Utan Panjang:
"Asallamualaikum warahmatullahi wabarakatu.
Kami, Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang bertugas dan membuat video tentang penjual es hunkue yang diduga berbahan spons di wilayah Kemayoran, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,"
"Pertama, kami ingin menjelaskan bahwa tindakan awal kami merupakan bentuk respon cepat terhadap laporan masyarakat yang khawatir adanya dugaan makanan berbahaya beredar di lingkungan mereka. Sebagai petugas di lapangan, kami berkewajiban hadir dan merespons setiap laporan demi menjaga keselamatan warga,"
"Kedua, niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya. Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya."
"Namun demikian, kami menyadari bahwa kami telah menyimpulkan terlalu cepat, tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang seperti Dinas Kesehatan, Dokpol, maupun Labfor Polri. Seharusnya proses klarifikasi dan verifikasi dilakukan terlebih dahulu sebelum memberikan informasi kepada masyarakat."
"Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Sudrajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini. Tidak ada maksud untuk merugikan atau mencemarkan nama baik beliau."
"Kami turut merasakan bagaimana situasi ini dapat mempengaruhi usaha dan kehidupan beliau sebagai pedagang kecil yang mencari nafkah untuk keluarga. Kami juga memohon maaf kepada warga masyarakat seluruhnya apabila video tersebut menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, ataupun sentimen negatif terhadap institusi kami."
Baca juga: Bukan 2 Prajurit, Pembunuhan Kacab BRI Ternyata Libatkan 3 Oknum TNI
"Ke depan, kami berkomitmen untuk lebih berhati-hati, selalu mengedepankan prosedur yang tepat, serta memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat telah melalui pemeriksaan dan verifikasi ilmiah. Kami tetap bertekad memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan humanis bagi seluruh warga."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan