Pantang Menyerah, Petani Aceh Utara Tetap Tanam Padi di Sawah Tergenang Sedalam Satu Meter
INDOZONE.ID - Pasca bencana banjir yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Aceh Utara pada awal tahun, kondisi lahan pertanian warga masih memprihatinkan.
Ribuan hektare sawah di beberapa kecamatan seperti Lhoksukon dan Matangkuli terpantau masih terendam air dengan kedalaman mencapai satu meter.
Baca juga: Gagal Panen, Petani Alami Kerugian Hingga 4,2 Milliar Akibat Banjir di Aceh Utara
Meski kondisi belum normal, para petani setempat memilih untuk tetap turun ke sawah. Dengan seadanya dan terkadang mereka harus nekat menanam padi di tengah kepungan lumpur yang masih tinggi.
“Kami terpaksa tetap menanam karena bibit padi di persemaian sudah mulai tua. Kalau tidak segera dipindahkan ke sawah, bibit ini akan rusak dan kami rugi dua kali lipat," ujar Mukhtar, salah satu petani di Aceh Utara, Minggu (25/1/2026).
Para petani mengaku harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membersihkan lahan secara manual. Selain itu, risiko bibit padi membusuk akibat minimnya drainase yang tertutup sedimen lumpur menjadi ancaman nyata yang harus mereka hadapi.
Para petani harus terpaksa menanam lebih dalam untuk memastikan akar padi tertancap kuat di lumpur agar tidak hanyut terbawa arus sisa banjir.
Baca juga: Harga Sawit Naik, Petani Aceh Jaya Berbondong-bondong Beli Emas Logam Mulia
Risiko gagal tanam akibat bibit membusuk sangat tinggi, namun bertahan diam tanpa bertani bukan pilihan bagi mereka yang menggantungkan hidup dari hasil bumi.
Hingga saat ini, para petani sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah, terutama terkait penyediaan bibit unggul serta perbaikan drainase agar air yang merendam sawah bisa segera dialirkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan