Kamis, 22 JANUARI 2026 • 08:05 WIB

Puluhan Hektare Sawah di Aceh Utara Masih Produktif Pascabanjir, Irigasi Rusak Jadi Kendala Utama

Author

Foto udara area persawahan di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, yang masih berpotensi ditanami pascabencana banjir. Rabu, (21/1/2026). (Foto: Rivan Efendi)

INDOZONE.ID - Tim Arsyina (Al-Irsyad Response Team Indonesia) bersama Aliansi Mahasiswa Bogor Tanggap Bencana (AMTB) meninjau puluhan hektare lahan persawahan di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (21/1/2026).

Temuan di lapangan menunjukkan lahan persawahan masih berpotensi digarap meski wilayah tersebut terdampak banjir.

Hasil pemetaan awal menunjukkan sejumlah sawah tidak mengalami kerusakan langsung akibat banjir. 

Namun, aktivitas tanam terancam gagal karena sistem pengairan lumpuh akibat rusaknya bendungan utama. Kondisi ini menyebabkan air tidak dapat mengalir ke area persawahan.

Baca juga: Horor! Mobil Jalan Sendiri di Tol Japek, Ternyata Sopirnya Tewas

Ketua Aliansi AMTB, Fajar Alfitra, menegaskan bahwa penyelamatan lahan produktif menjadi prioritas utama tim di lapangan.

“Secara fisik sawahnya masih layak tanam. Masalah utamanya ada pada irigasi. Jika bendungan segera diperbaiki, petani masih punya peluang untuk menanam pada musim ini,” ujar Fajar.

Berdasarkan pemetaan sementara, satu jalur irigasi di Desa Sawang berpotensi mengairi seluas 73,05 hektare sawah yang tersebar di empat desa. 

Lahan tersebut diperkirakan mampu menghasilkan hingga 245 ton beras dengan nilai ekonomi mencapai Rp3,82 miliar.

Sebelum melakukan kajian lapangan secara menyeluruh, Tim Pemetaan telah lebih dahulu memaparkan metode pemetaan geospasial kepada Bupati Aceh Utara dalam pertemuan di Pendopo Bupati, Lhokseumawe, Sabtu (17/1/2026).

Baca juga: Viral Tumpahan Lumpur di Underpass Senen, Lalin Sempat Padat!

Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil (Ayahwa), menyambut positif inisiatif pemetaan berbasis data tersebut dan menilai langkah ini penting bagi perencanaan daerah.

“Kami sejak lama menginginkan data yang akurat untuk Aceh Utara. Alhamdulillah, hari ini data itu mulai kami dapatkan dari kawan-kawan,” kata Ayahwa.

Ke depan, tim gabungan akan melanjutkan kajian detail wilayah terdampak dan menyerahkan hasilnya kepada pemerintah daerah sebagai dasar penanganan awal, khususnya untuk menyelamatkan sektor pertanian pascabencana.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU