INDOZONE.ID - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi membuka 166 Sekolah Rakyat (SR) yang tersebar di berbagai wilayah tanah air pada 12 Januari 2026.
Kegiatan peresmian tersebut dipusatkan dengan kunjungan langsung ke Sekolah Rakyat Terpadu 9 yang berlokasi di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Baca juga: Harapan Baru Pendidikan, Sekolah Rakyat Fasilitasi 15.895 Anak Keluarga Tidak Mampu
Kehadiran Sekolah Rakyat dirancang sebagai fasilitas pendidikan yang tidak hanya berkualitas dan layak, tetapi juga inklusif serta mudah dijangkau oleh seluruh kalangan masyarakat.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa agenda pembangunan manusia lewat jalur pendidikan telah menjadi prioritas utama pemerintah saat ini.
Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu atau kelompok yang rentan secara ekonomi.
Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk belajar dan tumbuh dengan dukungan yang lengkap agar mereka dapat mengejar cita-cita yang lebih tinggi.
Baca juga: Inovasi Ayam ALOPE UNHAS-1 Jadi Ikon Baru Penggerak Ekonomi Lokal di Kabupaten Barru
Ia menyebut inisiatif ini sebagai sebuah terobosan besar dan berani dalam sejarah pendidikan Indonesia.
"Terima kasih semuanya, kita telah mewujudkan upaya ini, dan terus terang saja, saya cukup bahagia, cukup besar hati, saya terharu sebetulnya melihat dampak dari pada upaya kita," tutur Prabowo.
Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bagian dari visi Asta Cita.
Tujuan utamanya guna memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan yang terjadi secara turun-temurun.
Baca juga: USU Berikan Layanan Kesehatan Gratis dan Dukungan Psikososial bagi 355 Korban Banjir Medan Marelan
Menurutnya, Sekolah Rakyat adalah bukti kehadiran negara tidak sekadar memberikan sekolah gratis, tetapi juga memberikan perhatian pada aspek gizi, kesehatan, dan pembentukan karakter anak.
Program juga diintegrasikan dengan prioritas pemerintah lainnya, seperti penyediaan makanan bergizi gratis, layanan kesehatan cuma-cuma, serta perumahan rakyat.
“Jadi ini merupakan program Bapak Presiden untuk mendekatkan negara kepada masyarakat. Jadi semakin kecil jarak antara instansi pemerintah dengan rakyat. Jadi masyarakat betul-betul lebih disejahterakan,” jelas Rini.
Terkait pengelolaan, meskipun Sekolah Rakyat berada di bawah tanggung jawab Kementerian Sosial, pelaksanaannya tetap mengedepankan kerja sama lintas kementerian.
Baca juga: Pulihkan Trauma Pascabencana, Program Dukungan Psikososial Hadir di Aceh Utara
Kementerian PANRB sendiri bertugas untuk mengawasi tata kelola serta pemenuhan kebutuhan tenaga kerja pendidikan dengan menerapkan sistem merit.
Tujuannya adalah agar program dapat berjalan secara profesional dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Menteri Rini JUGA menekankan pentingnya semangat reformasi birokrasi yang menghilangkan ego sektoral, di mana setiap lembaga pemerintah bekerja bersama demi kepentingan rakyat banyak.
Dengan semakin dekatnya jarak antara instansi pemerintah dan warga, diharapkan tingkat kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat secara signifikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Menpan.go.id