Tak Sekadar Lumbung Pangan, Banyuwangi Sumbang Surplus Besar Beras dan Jagung untuk Indonesia
INDOZONE.ID - Kabupaten Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai daerah penyangga utama pangan nasional. Dalam satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Banyuwangi berkontribusi signifikan terhadap capaian swasembada pangan nasional melalui surplus produksi beras dan jagung sepanjang tahun 2025. Rabu, 7 Januari 2026.
Pengumuman keberhasilan swasembada pangan nasional disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam momentum Panen Raya di Karawang, Jawa Barat. Acara ini diikuti secara daring oleh seluruh daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Banyuwangi yang melaksanakan panen raya di UPJA Sri Rejeki, Desa Cluring, Kecamatan Cluring.
Baca juga: Kerja Sama Hebat! Banyuwangi Jadi Contoh Daerah Surplus Pangan Nasional 2025
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo memberikan penghargaan kepada seluruh pelaku sektor pertanian atas kerja keras dan sinergi yang terbangun sehingga Indonesia mampu mewujudkan swasembada pangan lebih cepat dari target semula.
“Saya memberi target empat tahun untuk swasembada pangan. Namun, dalam satu tahun, kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri dan tidak bergantung pada bangsa lain,” ujar Presiden Prabowo.
Banyuwangi sebagai salah satu lumbung pangan nasional memainkan peran penting dalam pencapaian tersebut. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan bahwa program swasembada pangan nasional berdampak langsung terhadap peningkatan hasil produksi pertanian di wilayahnya.
“Alhamdulillah, program swasembada pangan yang dicanangkan Presiden turut meningkatkan produktivitas pertanian di Banyuwangi. Sepanjang tahun 2025, Banyuwangi mencatat surplus beras dan jagung,” kata Ipuk.
Berdasarkan data pemerintah daerah, produksi beras Banyuwangi pada tahun 2025 mencapai 546.923,81 ton. Jumlah tersebut meningkat sebesar 38.103,81 ton dibandingkan capaian produksi tahun sebelumnya. Dengan kebutuhan konsumsi beras masyarakat sebesar 163.665,78 ton, Banyuwangi mencatat surplus yang sangat signifikan.
“Kebutuhan beras masyarakat sepanjang 2025 sebesar 163.665,78 ton. Jadi, Banyuwangi surplus beras sebesar 383.258,03 ton pada tahun 2025,” ujar Ipuk.
Selain beras, komoditas jagung juga mencatatkan hasil menggembirakan. Produksi jagung Banyuwangi sepanjang 2025 meningkat 41.518 ton atau sekitar 19 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara kebutuhan jagung daerah sebesar 69.842,31 ton, Banyuwangi mencatat surplus produksi jagung sebesar 18.754,50 ton.
Baca juga: Jagung Banyuwangi Surplus 146 Ribu Ton, TNI-Polri Gandeng Petani Wujudkan Swasembada Pangan
Capaian tersebut menjadi bukti konkret kontribusi Banyuwangi dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga kedaulatan pangan Indonesia.
“Alhamdulillah, Indonesia kini bisa swasembada pangan. Kami bersyukur Banyuwangi dapat berkontribusi dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” ujar Ipuk.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi berbagai elemen, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga dukungan aparat TNI-Polri dan mitra pertanian lainnya.
“Ini adalah buah dari kerja bersama dalam menyukseskan program swasembada pangan Bapak Presiden,” katanya.
Kegiatan panen raya virtual tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, para petani, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Banyuwangi, menandai komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Banyuwangikab.go.id