Rabu, 07 JANUARI 2026 • 10:20 WIB

Semangat Pantang Surut: Siswa Bireuen Seberangi Sungai Demi Sekolah Meski Jembatan Putus

Author

Kondisi ini mencerminkan tekad kuat masyarakat setempat untuk tidak membiarkan bencana menghambat masa depan pendidikan anak-anak mereka. (Doc.Istimewa)

INDOZONE.ID - Hari pertama semester genap tahun ajaran 2025/2026 di Kabupaten Bireuen, Aceh, diwarnai pemandangan memprihatinkan sekaligus membanggakan.

Ratusan siswa di sejumlah desa, termasuk Desa Balee Panah, Kecamatan Juli, terpaksa bertaruh nyawa menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah akibat jembatan penghubung yang putus diterjang banjir bandang pada akhir November 2025 lalu.

Tanpa jembatan permanen yang bisa dilalui, para siswa bersama orang tua mereka harus menembus arus sungai agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar yang kembali diwajibkan secara tatap muka mulai 5 Januari 2026.

Baca juga: Jembatan Masih Terputus Hari Pertama Sekolah Guru di Daerah Terpencil Terpaksa Seberangi Sungai Pakai Tali Seling Demi Mengajar

Di beberapa titik lain, warga bahkan harus menggunakan papan kayu yang digantung dengan tali sling atau rakit darurat untuk melintasi aliran air yang masih cukup deras.

“Meski kondisi infrastruktur belum pulih, semangat anak-anak untuk kembali ke sekolah sangat luar biasa,” ujar Ahmad, salah satu warga setempat, saat mendampingi anaknya menyeberang sungai pada Senin (5/1/2026).

Selain kendala jembatan, banyak siswa terpaksa datang ke sekolah menggunakan pakaian bebas dan sandal jepit karena seragam serta perlengkapan sekolah mereka hilang terbawa arus banjir.

Kondisi sekolah pun belum sepenuhnya normal. Para siswa dan guru masih berjibaku membersihkan sisa-sisa lumpur yang mengendap di ruang kelas.

Pemerintah melaporkan telah merampungkan pembangunan lima jembatan Bailey (jembatan darurat) di Kabupaten Bireuen untuk memulihkan konektivitas antarwilayah, salah satunya di Teupin Mane.

Baca juga: Hari Pertama Sekolah Darurat di Tenda, Bupati Aceh Tengah : Anak-Anak Harus Tetap Belajar Meski dalam Keterbatasan

Namun, sejumlah titik di pelosok desa masih menunggu perbaikan jembatan penghubung agar akses pendidikan bagi anak-anak sekolah dapat kembali aman dan normal.

Dinas Pendidikan Bireuen telah menginstruksikan penggunaan tenda darurat di sekolah-sekolah yang bangunannya mengalami kerusakan parah agar proses belajar mengajar tidak terhenti lebih lama lagi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Press Release

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU