INDOZONE.ID - Malam pergantian tahun di Posko Pengungsian Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), berlangsung sederhana namun sarat makna.
Ratusan warga terdampak bencana berkumpul di tenda pengungsian untuk menyambut Tahun Baru bersama Prabowo Subianto melalui kegiatan nonton film bersama.
Bagi para pengungsi, momen tersebut menjadi jeda sejenak dari rasa lelah dan kecemasan pascabencana.
Anak-anak terlihat duduk di barisan depan, sementara para orang tua berada di belakang, menikmati suasana kebersamaan yang jarang mereka rasakan sejak bencana melanda wilayah tersebut.
Siska, warga Perkebunan Batang Toru, PTPN IV Regional I, mengaku terharu atas kehadiran Presiden di daerah terdampak.
Baca juga: Pantau Keamanan Malam Tahun Baru di Seluruh Indonesia, Menko Polkam: Tak Ada Hal Menonjol
“Yang pertama saya sangat terharu, karena Bapak Prabowo bisa datang ke Kabupaten Tapanuli Selatan untuk membenahi desa yang terkena musibah,” ujarnya dikutip Kamis (1/1/2026).
Ia berharap kehadiran Presiden dapat mendorong pemulihan desa agar kembali aman dan sejahtera.
Meski demikian, Siska mengakui trauma banjir bandang masih dirasakan warga.
“Tantangannya, saya takut akan adanya trauma, akan adanya banjir bandang tersebut. Saya pun was-was karena keluarga berada di sini semua,” katanya.
Namun ia menilai kehadiran pemerintah mulai dirasakan melalui berbagai bantuan yang telah disalurkan.
Antusiasme juga terlihat dari kalangan anak-anak dan remaja. Nayla, warga Padangsidimpuan, dan Artika Naysla Limbung dari Batu Hula mengaku gembira bisa merayakan malam tahun baru di pengungsian bersama Presiden.
“Senang. Senang banget. Senang sekali,” ujar mereka.
Menurut keduanya, bantuan negara sudah hadir sejak awal bencana, mulai dari posko makanan, posko kesehatan, hingga bantuan logistik lainnya. Meski masih tinggal di pengungsian, mereka berharap proses pemulihan berjalan cepat, terutama di sektor pendidikan.
“Bangun sekolah aja sih, buat pendidikan. Sekolahnya biar cepat, soalnya banyak yang hancur,” kata mereka.
Warga lainnya, Jaraimi Simamora, mengaku bangga karena Presiden hadir langsung di desanya.
Baca juga: Kapolri Usai Pantau Keamanan Malam Tahun Baru: Mayoritas Masyarakat Patuh Tak Gunakan Kembang Api
“Saya sangat senang sekali. Orang nomor satu hadir di desa kami, Batu Hula,” ujarnya.
Ia berharap perhatian pemerintah terus berlanjut hingga para pengungsi memiliki rumah sendiri dan kebutuhan sehari-hari terpenuhi.
Hal senada disampaikan Sutio Ulina, warga Batang Toru, yang menyebut kehadiran Presiden menjadi penguat moral bagi korban banjir.
“Saya sangat senang atas kehadiran Bapak Presiden di sini untuk menjenguk para pengungsi dan memberi support kepada masyarakat yang terkena korban banjir,” katanya.
Suasana malam tahun baru di pengungsian itu pun menjadi simbol kehadiran negara di tengah warga terdampak bencana—sederhana, namun memberi harapan baru untuk bangkit di tahun yang akan datang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Press Release