Lonjakan Logistik Akhir Tahun Meningkat Tajam, 100 Driver Dibekali Ilmu Aman di Perjalanan
INDOZONE.ID – Menjelang musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) lonjakan mobilitas dan permintaan pengiriman barang bisa meningkat tajam. Di tengah padatnya aktivitas logistik ini, para driver harus bekerja ekstra.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan (2024), terdapat lebih dari 225 juta pergerakan masyarakat pada periode Nataru, angka besar yang berbanding lurus dengan meningkatnya kebutuhan pengiriman barang. Sayangnya, tingginya mobilitas juga dibarengi risiko kecelakaan. Data IRSMS Korlantas Polri mencatat 3.434 insiden kecelakaan pada periode Nataru 2024–2025.
Managing Director Lalamove Indonesia Andito B Prakoso mengatakan, di situasi inilah yang membuatnya fokus mempersiapkan para mitra agar tetap aman selama musim liburan.
“Kami ingin mitra tidak hanya produktif, tapi juga bekerja dengan aman,” ujar Andito kepada wartawan.
Baca juga: Daop 6 Yogyakarta Catat Lebih dari 700 Penumpang KAI Selama Masa Libur Nataru
Sebanyak 50 pengemudi roda dua dan 50 roda empat mengikuti Lalamove Driver Academy 2025. Peserta diprioritaskan untuk mereka yang memiliki aktivitas tinggi dan belum terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan.
Mereka diberi pelatihan berbasis KKP (Keamanan, Kewirausahaan, dan Pengetahuan) yang dirancang untuk meningkatkan skill driver dalam berkendara, mengelola pekerjaan, hingga memahami perlindungan sosial ketenagakerjaan.
"Kami memperkuat edukasi keselamatan berkendara, literasi digital hingga kewirausahaan agar mereka bisa tumbuh bersama, baik secara profesional maupun ekonomi,” imbuhnya.
Baca juga: 80 Tahun Merdeka, Korlantas Polri: Keselamatan di Jalan Harus Jadi Budaya
Gandeng Korlantas dan BPJS Ketenagakerjaan
Dalam penyelenggaraan tahun ini, dua institusi penting Korlantas Polri dan BPJS Ketenagakerjaanikut terlibat. Korlantas Polri diwakili AKBP Muhammad Bima Jauhari, S.I.K yang memberikan materi terkait keselamatan berkendara saat puncak mobilitas Nataru, pola kecelakaan pada pengemudi logistik, hingga cara menghindari risiko ODOL (Over Dimension Overload).
Menurut AKBP Muhammad Bima Jauhari, driver logistik harus lebih waspada terhadap kelelahan, blind spot, hingga kelebihan muatan.
“Kami apresiasi karena terus memberi edukasi. Ke depan kami berharap ada pelatihan praktek langsung agar skill driver makin terasah,” ujarnya di Jakarta.
Kemudian pihak BPJS Ketenagakerjaan juga turut memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja transportasi online. Sebab, dari sekitar 2 juta driver online di Indonesia, baru 15% yang tercover jaminan sosial ketenagakerjaan, angka yang masih jauh dari ideal.
Dengan bekal materi berkendara, kewirausahaan, hingga literasi digital, driver diharapkan bisa menjalani musim liburan yang sibuk dengan lebih tenang, percaya diri, dan produktif tanpa mengesampingkan keamanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan