Senin, 01 DESEMBER 2025 • 13:00 WIB

Aparatur Diminta Tanggap Bencana: Menteri Rini Dorong Sinergi ASN dan Penguatan Layanan Publik Nasional

Author

Menteri Rini Ajak ASN Perkuat Solidaritas, Siaga, dan Perkuat Ketahanan Layanan Publik untuk Menghadapi Bencana. (Sumber: Menpan.go.id)

INDOZONE.ID - Tingginya intensitas bencana alam yang melanda beberapa wilayah Indonesia mendorong langkah cepat pemerintah. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara untuk memperkuat solidaritas, meningkatkan kesiapsiagaan, serta memperkokoh ketahanan layanan publik agar masyarakat tetap memperoleh bantuan dan pelayanan dasar di tengah krisis.

Ajakan tersebut muncul setelah banjir bandang dan longsor menerjang Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan sejumlah daerah lain pada Minggu, 30 November 2025.

Baca juga: Polri Drop Bantuan Logistik dari Helikopter ke Lokasi Terisolasi Banjir di Sumut

Dalam pernyataannya, Menteri Rini meminta aparatur pemerintah tidak abai terhadap penderitaan masyarakat.
“Kami mengimbau dan mengajak seluruh ASN di mana pun bertugas untuk memberikan bantuan secara ikhlas dan sukarela kepada saudara-saudara kita yang tengah dilanda musibah. Hal tersebut menjadi bentuk solidaritas dan kepedulian antarsesama untuk setidaknya meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujar Menteri Rini.

Sebagian dari kutipan tersebut menegaskan bahwa kepedulian ASN merupakan pilar penting dalam memperkuat kondisi sosial masyarakat pada saat kritis.

Menteri Rini juga meminta pimpinan instansi pemerintah agar mampu menggalang dan mengoordinasikan pengumpulan bantuan secara lebih cepat, tepat, dan terstruktur. Tanggung jawab pimpinan instansi bukan hanya administratif, tetapi juga kemanusiaan, terutama ketika bencana memberikan dampak besar terhadap warga lintas daerah.

ASN yang berada di wilayah terdampak diberikan kelonggaran, terutama terkait kehadiran dan penyesuaian kerja.
Menteri Rini mengingatkan pimpinan instansi untuk memprioritaskan keselamatan pegawai, melakukan pendataan terhadap ASN yang terdampak, serta menyiapkan aturan kerja fleksibel agar kegiatan pemerintahan tetap berjalan meski dalam kondisi darurat. Keputusan ini ditujukan untuk memastikan layanan publik tetap tersedia tanpa membahayakan keselamatan aparatur.

Selain ASN di wilayah terdampak, aparatur dari daerah sekitar dan kementerian atau lembaga terkait juga diminta siap dimobilisasi untuk mendukung penanganan bencana. Menteri Rini menjelaskan, “Kita perlu gotong royong, dan aparatur di daerah sekitar serta K/L terkait dapat membantu memperkuat kapasitas daerah terdampak.” Mobilisasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan penanganan darurat dan pemulihan berlangsung lebih cepat dan terkoordinasi.

Di daerah rawan bencana, unit pelayanan publik harus segera mengaktifkan SOP pelayanan darurat serta memastikan continuity plan berjalan dengan baik. Masyarakat yang terdampak harus tetap mendapatkan pelayanan dasar, termasuk saat kondisi masih belum stabil akibat dampak bencana.

Pada tahap pemulihan, warga terdampak akan menerima sejumlah kemudahan, terutama dalam penggantian dokumen kependudukan yang hilang atau rusak. Selain itu, layanan prioritas juga diberikan untuk kebutuhan kesehatan, bantuan logistik, serta dukungan sosial lainnya. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga keberlangsungan hidup warga dengan memberikan akses layanan yang mudah dan cepat.

Menteri Rini juga mengingatkan pentingnya keakuratan informasi yang disampaikan oleh aparat pemerintah. ASN diminta tidak menyebarkan berita yang belum diverifikasi agar tidak menimbulkan keresahan publik. Kejelasan informasi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas situasi sosial saat penanganan bencana berlangsung.

Baca juga: Korban Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, Sumbar Bertambah, BNPB Catat 442 Orang Meninggal

Di sela keterangannya, Menteri Rini menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur yang bekerja siang dan malam di lokasi bencana. “Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada ASN, tenaga kesehatan, petugas layanan publik, BPBD, dan seluruh aparatur daerah yang saat ini telah dan terus bekerja siang maupun malam di lapangan. Mereka adalah garda depan yang memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan dan pertolongan. Kami berpesan untuk tetap berhati-hati dan bekerja dengan hati,” tutur Menteri Rini.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto juga menekankan bahwa negara hadir sepenuhnya untuk menyelamatkan nyawa warga dan mempercepat pemulihan pascabencana. Pernyataan tersebut menjadi penguat bahwa seluruh elemen pemerintah harus bersatu dalam memastikan pemulihan berjalan efektif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Menpan.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU