Senin, 17 NOVEMBER 2025 • 15:40 WIB

Tim SAR Evakuasi 2 Warga Tewas Longsor Banjarnegara, 27 Orang Dalam Pencarian

Author

Tim SAR mengevakuasi korban meninggal dunia akibat tanah longsor Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. (ANTARA/SAR Semarang)

INDOZONE.ID - Petugas SAR gabungan terus melakukan pencarian di Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, setelah longsor besar yang terjadi pada Minggu (16/11/2025) siang menelan korban jiwa dan membuat puluhan warga hilang.

 Kepala Kantor SAR Semarang Budiono mengatakan, dua korban meninggal dunia telah ditemukan. Korban pertama ditemukan pada Minggu sore dalam kondisi terluka dan sempat dirawat sebelum dinyatakan meninggal pada Senin pagi. 

Sementara satu korban lainnya ditemukan pada Senin pagi dalam kondisi tertimbun material longsor.

“Sementara sudah ditemukan dua korban meninggal dunia,” ujar Budiono, Senin (17/11/2025). 

Hingga kini, tim SAR gabungan masih mencari kemungkinan korban lain di lokasi kejadian. Evakuasi juga dilakukan terhadap warga yang sebelumnya menyelamatkan diri ke perbukitan saat longsor terjadi. 

Baca juga: Percepat Penanganan, Gubernur Ahmad Luthfi Cek Lokasi Tanah Longsor Cibeunying Cilacap

Di lapangan, akses menuju desa masih terputus akibat material longsoran tebal, menyulitkan mobilisasi alat berat.

“Kondisi medan cukup menyulitkan karena material longsor tebal dan cuaca masih tidak stabil,” kata Budiono. 

Petugas juga tetap memantau kondisi sekitar untuk mengantisipasi longsor susulan.

Longsor yang melanda wilayah perbukitan itu diduga dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur selama beberapa jam.

27 Warga Hilang, Ratusan Mengungsi

BPBD Kabupaten Banjarnegara melaporkan bahwa 27 warga masih dalam pencarian pascalongsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum.

“Berdasarkan pembaruan data per pukul 11.23 WIB, tercatat sebanyak 876 jiwa yang mengungsi dan 27 orang diduga hilang,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara Raib Sekhudin.

Raib menjelaskan bahwa dua korban tewas, yakni Lewih (40) yang meninggal saat perawatan di RSUD Hj. Anna Lasmanah, serta Esiah (22) yang ditemukan tertimbun material longsor pada Senin pagi pukul 07.40 WIB. 

Selain itu, sebanyak 41 warga berhasil dievakuasi setelah menyelamatkan diri ke hutan ketika bencana terjadi.

BPBD mencatat 30 rumah terdampak, sementara pengungsi tersebar di tiga titik: Kantor Kecamatan Pandanarum, Gedung Haji Pringamba, dan GOR Desa Beji.

Baca juga: Apa Penyebab Longsor Banjarnegara yang Membuat Belasan Nyawa Melayang?

Operasi pencarian melibatkan BPBD, TNI, Polri, relawan, serta unsur SAR lain. Pendataan kerusakan dan asesmen kebutuhan terus dilakukan, sementara dapur umum dan tenda pengungsian telah didirikan di Kantor Kecamatan Pandanarum.

Pemerintah Kabupaten Banjarnegara resmi menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, menindaklanjuti Surat Keputusan Bupati tentang Status Siaga Darurat Bencana yang sudah berlaku sejak 28 Oktober 2025.

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi dengan Forkopimda pada Minggu malam di Kantor Kecamatan Pandanarum.

“Kami sudah melakukan rapat dengan forkopimda untuk menetapkan status tanggap darurat bencana untuk longsor Pandanarum ini. Masa tanggap bencana berlaku selama 14 hari,” ujarnya.

Tim gabungan kini bekerja dalam waktu kritis untuk mencari para korban hilang, membuka akses jalan, dan memastikan kebutuhan logistik ribuan pengungsi terpenuhi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU