Sabtu, 15 NOVEMBER 2025 • 18:07 WIB

Pencarian Korban Longsor Cibeunying Cilacap Terus Dilakukan, 6 Korban Ditemukan di Hari Ketiga

Author

Pencarian korban longsor Cibeunying Cilacap terus dilakukan. (Pers rilis)

INDOZONE.ID - Hari ketiga usai kejadian longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah (Jateng), sebanyak enam korban ditemukan. Hingga Sabtu (15/11/2025) pukul 14.00 WIB, masih ada 14 warga yang belum ditemukan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan, saat ini fokus tim adalah pencarian korban.

 Pencarian korban longsor Cibeunying Cilacap terus dilakukan. (Pers rilis)

Ada dua lokasi pencarian, yakni Dusun Tarukahan dan Cibuyut. Pencarian para korban setiap hari dilakukan mulai pagi pukul 07.00 WIB. 

"Kami masih fokus untuk pencarian korban. Sabtu ada 6 yang ditemukan," kata Bergas, Sabtu (15/11/2025).

Baca juga: Pasca Longsor di Cibeunying Cilacap, Gubernur Ahmad Luthfi Imbau Tingkatkan Kewaspadaan

Sebanyak korban yang ditemukan tersebut dalam kondisi meninggal dunia. Kemudian, dilakukan identifikasi terkait nama dan asal mereka.

Di sisi lain, pihaknya memastikan bahwa bantuan logistik untuk warga yang terdampak longsor tercukupi. Termasuk logistik di dua titik pengungsian.

Menurutnya, sebagian warga masih khawatir untuk pulang ke rumah masing-masing. Sebagian besar untuk sementara menumpang di rumah saudara mereka,  ada di desa setempat atau tetangga desa. 

"Logistik tercukupi. Bantuan dari Dinas Sosial (Jateng) juga sudah turun," ujarnya.

Lebih lanjut, Bergas menghimbau pada warga untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana. Apalagi, curah hujan masih tinggi saat ini.

Sebagaimana diketahui, bencana longsor yang terjadi di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Kamis 13 November 2025, malam WIB. Longsor ini menimpa pemukiman warga dan memakan korban jiwa.

Baca juga: 20 Warga Masih Hilang, Pemprov Jateng Fokuskan Pencarian Korban Longsor Cilacap

Total ada 46 jiwa dari 17 kepala keluarga (KK) yang terdampak musibah. Petugas gabungan bahu-membahu mengerahkan bantuan, untuk mengevakuasi para korban yang tertimbun. Semula 20 orang dinyatakan hilang dan kini berangsur ditemukan.

Dalam musibah tersebut, delapan rumah dilaporkan roboh, satu rumah rusak sedang, dan 16 rumah lainnya terancam. Luasan area terdampak mencapai sekitar 6,5 hektare.

Upaya pencarian dilakukan oleh berbagai pihak, diantaranya BPBD Jateng, Dinsos Provinsi Jateng, BPBD Kabupaten Cilacap, Basarnas Cilacap, TNI/POLRI, Dinkes, dan Dinsos Kabupaten Cilacap. 

Pencarian korban longsor Cibeunying Cilacap terus dilakukan. (Pers rilis)

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengimbau kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan, terkait ancaman bencana alam yang terjadi di wilayah masing-masing.

"Kita imbau masyarakat di daerah lain supaya waspada, terutama daerah-daerah yang di pegunungan dan rawan longsor," kata Luthfi  saat ditemui di Semarang, kemarin malam, dikutip pada Sabtu (15/11/2025).

Terkait penanganan bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Ahmad Luthfi mengatakan saat ini prioritas utamanya adalah pencarian korban hilang dan evakuasi warga yang selamat. 

Baca juga: Satu Keluarga Tertimbun Longsor di Trenggalek, 4 Tewas Satu Selamat

Tim gabungan dari BPBD kabupaten dan provinsi, TNI, Polri, relawan tanggap bencana, dan seluruh stakeholder terkait saat ini masih terus berusaha menyisir lokasi.

"Ini terus berlanjut, beberapa alat sudah diturunkan semuanya. Kita berdoa semoga masih diberikan suatu keamanan atau keselamatan bagi masyarakat yang belum ditemukan," tuturnya.

Di samping itu, bantuan logistik mulai dikirim dan dapur umum sudah didirikan di sekitar lokasi. Tim gabungan di lapangan juga mulai menyiapkan penanganan pasca bencana dan recovery (pemulihan) bagi masyarakat setempat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU