Minggu, 09 NOVEMBER 2025 • 18:30 WIB

Fenomena Newsfluencer, Kreator Jadi Wajah Baru Pemberitaan di Indonesia

Author

Ilustrasi konten kreator menjadi newsfluencer. (Generatif AI)

INDOZONE.ID - Dunia berita di Indonesia sedang berubah. Munculnya newsfluencer alias kreator yang menyajikan informasi dan analisis isu terkini di media sosial. Hal ini menandai pergeseran cara publik berinteraksi dengan berita.

Mereka bukan jurnalis konvensional, tapi juga bukan sekadar influencer. Para newsfluencer membangun kepercayaan lewat gaya penyampaian yang relevan, autentik, dan dekat dengan audiens muda yang haus konteks, bukan sekadar headline.

Menurut studi terbaru dari Vero, fenomena ini mencerminkan pergeseran besar di Asia Tenggara, di mana masyarakat semakin mengandalkan media sosial untuk memahami isu publik dengan cara yang lebih personal dan mudah dipahami.

5 Tipe Newsfluencer di Asia Tenggara

Vero mengidentifikasi lima tipe utama newsfluencer yang aktif di kawasan. Watchdogs, Explainers, Connectors, Satirists, dan Simplifiers.

Watchdogs berperan seperti penjaga publik. Mereka mengulas kebijakan, mengkritisi kekuasaan, dan memberi pemahaman lebih dalam daripada sekadar membaca berita.

Explainers biasanya datang dari kalangan profesional yang mampu menerjemahkan isu kompleks menjadi wawasan praktis.

Connectors menggabungkan gaya jurnalistik dengan narasi personal untuk membawa audiens lebih dekat pada tokoh publik.

Satirists menggunakan humor dan sindiran untuk membahas isu sensitif, membuat topik serius terasa lebih ringan.

Simplifiers adalah penyaji ringkasan berita cepat, cocok untuk audiens digital yang serba sibuk dan ingin update tanpa ribet.

Menurut laporan tersebut, Watchdogs, Explainers, Satirists, dan Simplifiers menjadi kelompok paling dominan di Indonesia,  menandakan publik kini menghargai kombinasi antara pemikiran kritis dan storytelling yang mudah dipahami.

“Newsfluencer mencerminkan cara baru masyarakat menerima informasi, sekaligus menambah dimensi baru dalam lanskap pemberitaan di Indonesia,” ujar Chatrine Siswoyo, Senior Advisor Vero untuk ASEAN dalam keterangan yang diterima Indozone, (9/11/2025).

Baca juga: 5 Kriteria untuk Pemberian Gelar Pahlawan Nasional Berdasarkan Undang-undang dan Pakar Sejarah

Ia menjelaskan, audiens Asia Tenggara kini menuntut informasi yang cepat, menarik, dan mudah diakses.

“Para kreator ini mampu mengemas isu kompleks menjadi lebih mudah dipahami lewat gambar dan video,” tambahnya.

Dengan gaya visual dan pendekatan personal, para newsfluencer mengisi ruang kosong antara hasil kerja redaksi media dan percakapan di media sosial.

Dari Komentator ke Aktor Sosial

Menurut Vina Muliana, Co-Founder Creators Association of Southeast Asia (CASA), kehadiran newsfluencer menandai transformasi besar dalam peran kreator digital.

“Studi ini menggambarkan bagaimana para kreator kini menjadi aktor dalam diskursus kewarganegaraan,” ujarnya. “Tahap selanjutnya adalah menjadikan pengaruh tersebut sebagai tanggung jawab, dengan memperkuat etika, literasi media, dan menjaga independensi,” tuturnya.

Pernyataan ini menyoroti pergeseran besar. Para kreator bukan lagi sekadar pengulas berita, tapi juga bagian dari ekosistem publik digital yang aktif mengarahkan percakapan sosial.

Kolaborasi Brand dan Newsfluencer

Dari sisi industri, fenomena newsfluencer juga membuka peluang baru bagi brand. Namun, kolaborasi dengan mereka tak bisa disamakan dengan influencer biasa.

Studi Vero menjelaskan bahwa newsfluencing adalah persimpangan antara kredibilitas dan pengaruh. Brand perlu memilih kreator yang seimbang antara jangkauan dan keandalan, serta menyesuaikan pesan agar tetap relevan dan kontekstual.

Menurut Umaporn Whittaker-Thompson, Chief Commercial Officer dan Head of Influence Vero, newsfluencer tumbuh karena independensi mereka serta keteguhan dalam mengungkap kebenaran di balik isu kompleks.

“Bagi brand, penting memahami bahwa bekerja sama dengan newsfluencer berarti siap terlibat dalam percakapan yang lebih luas daripada sekadar promosi,” katanya.

Vero menyimpulkan bahwa peran media dan newsfluencer ke depan akan semakin beririsan. Bukan sebagai kompetitor, tapi sebagai pelengkap dalam memperluas akses publik terhadap informasi yang beragam dan dapat dipercaya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Narasumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU