INDOZONE.ID - Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya efisiensi dan diplomasi kuat dalam penyelenggaraan ibadah haji. Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/10/2025), ia mengumumkan pembentukan Kementerian Haji, sebuah langkah yang disesuaikan dengan struktur birokrasi Arab Saudi.
“Kita mendirikan Kementerian Haji atas permintaan pemerintah Arab Saudi karena mereka bilang, urusan haji itu setingkat menteri. Jadi kami buat menteri agar bisa langsung berkoordinasi,” ujar Prabowo dikutip dari laman Setpres, Rabu (22/102/2025).
Langkah ini, kata Presiden, langsung membuahkan hasil nyata. Biaya haji berhasil diturunkan berkat sistem yang lebih efisien dan transparan.
“Saya minta biaya haji harus terus turun bisa dengan efisiensi dan pelaksanaan yang bersih,” tegasnya.
Dari 40 Tahun Jadi 26 Tahun
Selain soal biaya, pemerintah juga berhasil memangkas masa tunggu keberangkatan haji dari yang semula mencapai 40 tahun menjadi sekitar 26 tahun.
Prabowo menyebut ini sebagai bagian dari reformasi menyeluruh sistem pelayanan haji agar lebih adil dan manusiawi.
Namun, pencapaian paling spesial yakni untuk pertama kalinya, Pemerintah Arab Saudi mengizinkan Indonesia membangun Kampung Haji di Kota Makkah.
“Alhamdulillah pemerintah Arab Saudi untuk pertama kali dalam sejarah setuju pembangunan Kampung Indonesia di Kota Makkah. Mereka ubah undang-undangnya khusus untuk kita. Kita negara pertama yang diberi izin,” ungkap Presiden dengan bangga.
Baca juga: Kenapa Presiden Prabowo Bangun SMA Garuda? Ini Alasannya
Prabowo menyebut lokasi yang ditawarkan sangat strategis, bahkan ada yang berdekatan langsung dengan Masjidil Haram.
Nantinya, seluruh kebutuhan jemaah, termasuk akomodasi dan konsumsi akan diatur langsung oleh pemerintah Indonesia.
“Berarti nanti fasilitasnya kita atur sendiri. Makan semuanya kita atur supaya tidak ada lagi kekurangan atau kekecewaan dari jemaah haji kita. Ini saya kira terobosan luar biasa,” ujarnya.
Kampung Haji Indonesia Berdiri di Kawasan Strategis
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa proses bidding lahan untuk Kampung Haji sedang dikebut.
Kawasan yang diincar berada di Masar Project, area strategis yang terintegrasi dengan jalur kereta cepat dan pedestrian menuju Masjidil Haram.
“Dari titik ini kita bisa melihat langsung Zamzam Tower dan area Masjidil Haram. Jika Indonesia menang dalam proses bidding, maka di sinilah akan berdiri Kampung Haji Indonesia seluas sekitar 80 hektare,” kata Dahnil saat meninjau lokasi di Makkah.
Proyek ini diproyeksikan berdiri di kawasan Jabal Hindawiyah, sekitar dua kilometer dari Masjidil Haram, dengan luas mencapai 80 hektare.
“Presiden Prabowo sangat serius mengupayakan hal ini dan akan berbicara langsung dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman,” tambah Dahnil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Setpres