INDOZONE.ID - Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Barat menegaskan proyek pembangunan saluran air (drainase) di Jalan Pos Pengumben, Joglo, Kembangan, harus tetap dilanjutkan, meskipun pelaksanaannya menambah kepadatan arus lalu lintas hingga menyebabkan kemacetan di kawasan tersebut.
Kepala Sudin SDA Jakarta Barat Purwanti Suryandari mengatakan wilayah sekitar Pos Pengumben merupakan salah satu titik rawan banjir di Jakarta Barat.
Kondisi saluran eksisting di kawasan itu disebut belum memadai untuk menampung debit air saat hujan deras.
“Daerah genangan, sebagian belum ada saluran,” ujar Purwanti dikutip Selasa (14/10/2025).
Menurut Purwanti, proyek pembuatan drainase ini merupakan tindak lanjut dari berbagai keluhan warga yang disampaikan melalui aplikasi Cepat Respons Masyarakat (CRM), serta hasil pembahasan dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan reses anggota DPRD.
Baca juga: Hujan Plus Ada Galian di Jam Kerja, Jalan TB Sipatupang Macet Parah Pagi Ini!
“Banjir di kawasan tersebut sudah sering dikeluhkan masyarakat. Karena itu, pembangunan drainase ini menjadi prioritas,” katanya.
Proyek Ditargetkan Selesai Desember
Purwanti menuturkan pekerjaan pembuatan saluran baru di Pos Pengumben baru dimulai awal Oktober dan ditargetkan rampung pada pertengahan Desember 2025.
“Pelaksanaannya sampai 15 Desember 2025,” ujarnya.
Meski belum merinci panjang total saluran yang akan dibangun, ia memastikan pengerjaan dilakukan secara bertahap agar tidak menutup akses jalan sepenuhnya.
Baca juga: Macet Parah! Hindari Tol Dalkot Jakarta Mulai Hari Ini hingga 10 Oktober 2025
Sebelumnya, akun Instagram @infojoglo mengunggah video yang memperlihatkan alat berat tengah menggali sebagian badan jalan di Pos Pengumben. Sejumlah beton saluran juga tampak disusun di tepi jalan menunggu pemasangan.
Meski kegiatan itu menimbulkan antrean kendaraan, kemacetan di lokasi dinilai masih dalam batas wajar.
Purwanti meminta masyarakat bersabar selama masa pengerjaan galian, karena manfaat dari proyek tersebut akan dirasakan langsung ketika musim hujan tiba.
“Pekerjaan ini memang sedikit mengganggu lalu lintas, tapi tujuannya untuk mengurangi banjir dan meningkatkan kenyamanan warga,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA