INDOZONE.ID - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai pembangunan Taman Bendera Pusaka di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Ruang terbuka hijau ini nantinya akan menyatukan tiga taman bersejarah—Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser—menjadi satu kawasan terpadu.
Keberadaan taman tersebut diharapkan menjadi ikon baru ibu kota yang memadukan nilai sejarah, fungsi ekologi, dan ruang interaksi publik.
Seremoni peletakan batu pertama berlangsung di Taman Langsat, Jalan Barito, pada Jumat (8/8/2025), dipimpin langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Baca juga: KRI Bima Suci Jalani Misi Soft Diplomacy, Bawa Taruna dari 20 Negara Jelajahi Laut Nusantara
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa proyek ini adalah bagian dari upaya menjaga warisan kota sekaligus memperluas fasilitas hijau yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Revitalisasi ini kami mulai dengan sederhana, tanpa keramaian yang berlebihan. Semua berjalan lancar,” ujar Pramono.
Ia menjelaskan, keberadaan Taman Bendera Pusaka akan menghidupkan kembali peran ruang publik sebagai pusat kegiatan sosial, budaya, dan olahraga.
Selain mempercantik kawasan, taman juga akan dilengkapi fasilitas gratis seperti lapangan tenis dan padel. Menariknya, seluruh pembiayaan proyek ini tidak bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Baca juga: Penyebar Isu Irjen Karyoyo Ngamuk ke Kapolri Soal Rotasi Jabatan Kini Diburu Polisi
“Menjadikan Jakarta lebih indah dan nyaman adalah tanggung jawab saya. Ketika taman ini selesai, saya yakin warga akan merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Terkait keberadaan pedagang yang selama ini beraktivitas di area tersebut, Pemprov DKI telah menyiapkan relokasi bagi 137 pedagang ke Lenteng Agung. Menurut Pramono, seluruh pedagang telah menyetujui pemindahan itu.
“Ini bukan hanya soal memindahkan lokasi usaha, tetapi juga memastikan keberlangsungan mata pencaharian mereka. Semua dilakukan demi kepentingan warga,” tegasnya.
Dari sisi fungsi teknis, taman juga akan dilengkapi infrastruktur pengendalian banjir, seperti pintu air, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), saringan sampah, dan sediment trap. Hal ini karena lokasi taman berada di wilayah yang rawan genangan.
Baca juga: Bendera 'One Piece' Ramai Dikibarkan sebagai Bentuk Protes Mahasiswa dan Seniman di Indonesia
Lebih dari sekadar ruang hijau, Taman Bendera Pusaka juga dirancang menjadi sarana edukasi terbuka.
Generasi muda diharapkan bisa belajar mengenai simbol negara dan nilai persatuan di sini, sekaligus menikmati fasilitas seperti perpustakaan, taman bermain anak, area olahraga, dan ruang ekspresi seni.
Pramono optimistis revitalisasi ini akan rampung sesuai target tanpa mengorbankan keseimbangan lingkungan maupun kenyamanan warga sekitar.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama merawat taman ini agar menjadi kebanggaan Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Jakarta.go.id