INDOZONE.ID - Dalam upaya memenuhi kebutuhan stok darah, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Boyolali kembali melakukan aksi jemput bola. Kali ini, aksi kemanusiaan tersebut digelar di Dukuh Kestalan, Desa Nepen, Kecamatan Teras, Boyolali, Minggu (3/8/2025). Kegiatan ini berlangsung berkat kolaborasi antara PMI dengan Karang Taruna setempat yang telah terjalin rutin selama dua tahun terakhir.
Pantauan Z Creators di lokasi, sejak pukul 08.00 pagi warga sudah mulai berdatangan. Mereka mendaftarkan diri, mengisi formulir kesehatan, dan menunggu giliran untuk discreening oleh petugas sebelum akhirnya diperbolehkan mendonorkan darah.
Tiga bed pengambilan darah lengkap dengan alat-alat medis, penimbang badan, dan kulkas pendingin darah sudah siap digunakan. Semua prosedur dilakukan dengan ketat untuk memastikan hanya pendonor yang memenuhi syarat yang bisa menyumbangkan darah.
Wahyu Budi Setiawan, petugas PMI Boyolali, menjelaskan bahwa saat ini stok darah, khususnya golongan A dan O, mulai menipis. Hal ini disebabkan tingginya permintaan dari berbagai daerah, bukan hanya Boyolali, tetapi juga dari Salatiga, Klaten, hingga Solo Raya.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa laksanakan donor darah di Desa Nepen. Kami sangat berterima kasih kepada pemuda-pemudi Dukuh Kestalan yang rutin membantu mengisi stok darah di PMI Boyolali,” ujar Wahyu.
Baca juga: Sambut HUT RI-80, Alasan Pemkot Yogya Pilih Tiga Sungai Ini Untuk dinormalisasikan
Dalam sekali kegiatan seperti ini, pihaknya menargetkan minimal 50 kantong darah. Namun, jumlah tersebut bisa bervariasi tergantung hasil screening kesehatan. Beberapa syarat utama adalah pendonor harus berusia 17–60 tahun, dalam kondisi sehat, tidak dalam masa menstruasi atau menyusui (bagi perempuan), serta bebas dari penyakit berisiko seperti hepatitis dan HIV.
“Sebelumnya tadi ada dua orang yang gagal donor karena satu habis operasi dan satu lagi tensinya tinggi,” tambah Wahyu. Ia juga berharap momentum bulan kemerdekaan ini bisa memicu semangat para pendonor sebagai pahlawan kemanusiaan yang menyelamatkan nyawa lewat setetes darah.
Baca juga: Rayakan HUT RI ke-80, Presiden Prabowo Subianto Tetapkan 18 Agustus 2025 sebagai Libur Nasional
Sementara itu, Ketua Pemuda Dukuh Kestalan, Zulfikar Yanuar Aji Saputra (25), menyebut bahwa kegiatan donor darah kali ini menjadi momen spesial karena bertepatan dengan HUT RI ke-80.
“Kita biasanya targetkan 30 kantong tiap tiga bulan, tapi karena ini momen kemerdekaan, kita pasang target 50 kantong. Saya sendiri udah enam kali donor. Awalnya takut, tapi sekarang udah biasa,” katanya sambil tersenyum.
Salah satu pendonor, Safin Belia (24), juga ikut menyampaikan pengalamannya. Ia merupakan mahasiswa KKN dari UNNES yang sedang bertugas di Desa Nepen.
“Ini donor ke-10 saya. Persiapannya simpel aja, cukup tidur, nggak minum obat, dan pastikan badan fit. Senang bisa bantu orang lain, apalagi sambil KKN, jadi makin berkesan,” ujar Safin.
PMI Boyolali sendiri berencana terus menggelar kegiatan serupa secara rutin demi menjaga ketersediaan stok darah yang aman dan cukup, khususnya untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Solo Raya, Salatiga, dan sekitarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung