Jumat, 25 JULI 2025 • 15:32 WIB

Ratusan Siswa SMA Menyelami Kekayaan Sejarah Tanah Rencong di Museum Aceh

Author

Ratusan Siswa SMA Menyelami Kekayaan Sejarah Tanah Rencong di Museum Aceh

INDOZONE.ID - Sebanyak 150 siswa SMA Negeri 7 Banda Aceh hari ini mengikuti kegiatan belajar bersama di Museum Aceh yang penuh sejarah pada Tempo yang silam. 

Acara ini bertujuan untuk mengenalkan sejarah Aceh secara lebih mendalam kepada siswa siswi SMA 7 Banda Aceh.

Dalam sambutannya, kepala Museum Aceh Muda Farsyah, mengatakan bahwa museum Aceh ini bukanlah sekadar tempat penyimpanan barang kuno, melainkan sebuah wahana edukasi yang sangat luas dan penuh kenangan bagi masyarakat Aceh terkhususnya.

Baca juga: Berkat Intervensi Menyeluruh, Kemiskinan Jawa Tengah Turun Jadi 9,48%

"Oleh karena itu seluruh siswa SMA Negeri 7 Banda Aceh untuk belajar sejarah Aceh dalam lensa dan waktu yang kisahnya dapat adik-adik simak dalam Pameran Foto Sejarah Koleksi Museum Aceh," ucap Muda Farsyah, disambut antusias oleh para siswa, Kamis (24/7/2025)

Setelah pembukaan, para peserta diajak melakukan tur untuk melihat pameran foto sejarah Aceh, mulai dari masa Kesultanan hingga era MoU Helsinki. 

Para siswa tampak sangat antusias menyimak setiap penjelasan dan mengamati foto-foto bersejarah yang ditampilkan. 

Dalam mengikuti kegiatan belajar sejarah Salah seorang siswa Maura Annisa dari kelas XII mengungkapka kesannya. 

Baca juga: Tragis! Remaja Tewas Lompat dari Atas Masjid Jakarta Islamic Center Setelah Ketahuan Curi Tembaga

"Kegiatan ini sangat seru dan membuka mata saya tentang betapa kayanya sejarah Aceh bukan hanya kaya alam akan tetapi kaya sejarah," katanya.

Kegiatan belajar bersama juga diisi dengan sesi diskusi interaktif dengan narasumber Kepala SMA Negeri 7 Banda Aceh, Erlawana. 

Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa museum memiliki fungsi penting sebagai sumber belajar alternatif dan media pembelajaran yang kontekstual. 

Hal ini sejalan dengan upaya untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan tidak terbatas pada ruang kelas. 

Baca juga: Tegas! Kakorlantas Siap Cabut Jabatan Anggota Polantas Jika Lakukan Pungli

"Harapannya, kedepan kegiatan ini dapat terus dilaksanakan. Untuk sekolah-sekolah lainnya," ujar Erlawana. 

Acara ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa terhadap sejarah Aceh dan menjadikan museum sebagai destinasi edukasi yang menarik dan relevan bagi generasi muda masa depan generasi Aceh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU