INDOZONE.ID - Sebuah video viral di media sosial, menunjukkan kekesalan warga terhadap personel Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI. Dia menilai respons Bakamla lambat dalam menolong korban KM Barcelona V yang terbakar di perairan Pulau Talise, Likupang Barat, Minahasa.
"Pelan sekali Bakamla pergerakannya seperti ini," katanya dalam video yang diunggah akun TikTok @alahiwu dikutip Senin (21/7/2021).
Pria tersebut berbicara pada seorang personel Bakamla di pinggir pantai, dengan warga yang berkerumun menyaksikan momen tersebut.
Bagi dia, saat insiden KM Barcelona V, pihak Bakamla tidak punya alasan untuk tidak bergerak cepat. Apalagi, ratusan penumpang kapal tersebut bertaruh nyawa karena harus berjuang di tengah laut karena kapal yang mereka tumpangi terbakar
Baca juga: Fakta Terbaru Kebakaran KM Barcelona di Perairan Manado, 280 Penumpang Dievakuasi, 3 Meninggal
"Air dalam keadaan tenang, jarak dari Bakamla sampe ke sana berapa mil, masih keliatan secara kasat mata," katanya lagi.
Sementara itu, Kepala Zona Tengah Bakamla RI, Laksma Bakamla Teguh Prasetya mengatakan, pihaknya langsung bergerak cepat merespons insiden ini.
Mereka mengerahkan kapal KN Gajah Laut-404 dan HSC 32-03 untuk melakukan penyelamatan dan evakuasi korban penumpang KM Barcelona yang terbakar di perairan Talise, Likupang, Minahasa Utara, Sulut.
Mereka bergerak bersama kapal dari instansi seperti Basarnas, Satpolair, PSDKP Bitung, dan lainnya.
Baca juga: Rekaman KM Barcelona Terbakar di Laut Sulut, Penumpang Lompat Menyelamatkan Diri
"Bakamla Zona Tengah langsung mengerahkan KN Gajah Laut guna mengevakuasi para penumpang,” ujar Teguh.
Dia menjelaskan, korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke kapal milik Bakamla dan kapal-kapal milik nelayan.
Teguh mengatakan, unsur Bakamla RI akan terus siaga untuk membantu penanganan darurat laut, dan mengawal kelanjutan proses evakuasi serta pencarian korban apabila masih diperlukan.
“Tim Bakamla RI akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan seluruh korban, dan mendukung penuh proses evakuasi hingga tuntas,” ujar Teguh.
Adapun KMP Barcelona 5 diketahui mengangkut ratusan penumpang dan 15 anak buah kapal (ABK), bertolak dari Pelabuhan Melonguane, Kepulauan Talaud menuju Manado.
Saat memasuki perairan Pulau Talise sekitar pukul 14.00 WITA, kapal mengalami kebakaran hebat di bagian buritan, sehingga disebut memicu kepanikan para penumpang.
Beberapa penumpang langsung terjun ke laut menggunakan life jacket, sementara nelayan setempat turut membantu mengevakuasi korban ke Pulau Talise dan Pulau Gangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA, TikTok/@alahiwu