INDOZONE.ID - Kabar kurang mengenakkan kembali datang dari Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Setelah kecelakaan yang menimpa pendaki asal Brasil, Juliana Marins, sehingga meninggal dunia, kejadian serupa kembali terjadi.
Seorang pendaki asal Swiss, Benedikt Emmenegger, terjatuh di Gunung Rinjani. Untungnya, ia tidak bernasib seperti Juliana. Emmenegger bisa diselamatkan oleh meski mengalami sejumlah luka.
Supaya lebih memahami kejadian tak mengenakkan yang menimpa Emmenegger, INDOZONE akan menjelaskan fakta-fakta terkait insiden ini.
Baca juga: Kondisi Pendaki Swiss Jatuh di Rinjani usai Dievakuasi: Tangan dan Kaki Patah
3 Fakta Pendaki Swiss Jatuh di Gunung Rinjani
1. Pendaki Swiss Jatuh di Gunung Rinjani pada Rabu Lalu
Emmenegger diketahui mendaki Gunung Rinjani dari jalur Sembalun pada Selasa 15 Juli 2025. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) menerima laporan kecelakaan Emmenegger pada Rabu 16 Juli 2025, sekira pukul 11.25 WITA.
Laporan tersebut diterima BTNGR dari pemandu dan porter yang mendampingi Emmenegger dalam pendakiannya di Gunung Rinjani.
2. Proses Evakuasi Pakai Helikopter
Setelah menerima laporan, proses penyelamatan pun diupayakan Tim SAR Gabungan dengan menggunakan helikopter Bali Air yang diterbangkan dari Pulau Dewata.
Helikopter mendarat di sekitar jalur Pelawangan Sembalun menuju Danau Segara Anak, dekat lokasi korban berada, pada pukul 16.44 WITA.
Helikopter mampu menyelamatkan korban sekira pukul 17.00 WITA. Lalu, helikopter yang membawa korban didampingi anaknya dan seorang dokter asal Spanyol, tiba di helipad Bali Air pada pukul 17.30 WITA.
Baca juga: Pendaki Swiss yang Jatuh di Rinjani Berhasil Dievakuasi Pakai Helikopter
Untuk dapat perawatan lebih lanjut, korban pun dibawa ke Rumah Sakit BIMC Kuta, Denpasar, Bali.
"Emmenegger diterbangkan menuju Rumah Sakit BIMC Kuta, Denpasar-Bali untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut," kata Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), di Mataram, dikutip dari ANTARA, Kamis (17/7/2025).
3. Pendaki Swiss Alami Patah Tangan dan Kaki
Sementara itu, korban menderita sejumlah luka saat dievakuasi dari Gunung Rinjani, menurut Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.
Diketahui, korban menderita patah tangan dan kaki karena kecelakaan yang dialaminya di Gunung Rinjani.
Untungnya, korban mampu diselamatkan meski menderita sejumlah luka tersebut.
"Korban dievakuasi menuju Danau Segara Anak oleh SRU darat dalam keadaan selamat dengan kondisi tangan patah dan juga kaki," kata Nyoman dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan.
Diharapkan, kondisi korban segera membaik setelah mendapatkan perawatan di RS BIMC. Menilik kejadian ini, diharapkan para pendaki lebih berhati-hati ketika mendaki gunung mana pun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan, ANTARA