Jumat, 04 JULI 2025 • 08:00 WIB

Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali: Kronologi dari Keberangkatan, Evakuasi, hingga Penyerahan Jenazah

Author

21 Korban Selamat KMP Tunu Pratama Jaya Dipulangkan ke Keluarga

INDOZONE.ID - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada malam hari Rabu, 2 Juli 2025. 

Kejadian ini langsung mengguncang publik karena terjadi secara tiba-tiba dan menelan korban jiwa. 

Perjalanan yang seharusnya berlangsung singkat antara Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk di Bali itu berubah menjadi tragedi yang memilukan.

Kapal tersebut diketahui lepas dari dermaga Pelabuhan ASDP Ketapang pada pukul 22.56 WIB. 

Baca juga: Benda Mirip Mortir Ditemukan di Lapak Besi Serpong, Tim Gegana Turun Tangan

Sesuai dengan dokumen manifest yang diterbitkan resmi, kapal ini membawa total 87 jiwa yang terdiri atas 53 penumpang, 12 kru kapal, serta 22 unit kendaraan dari berbagai jenis. 

Semua tampak berjalan normal di awal pelayaran, dengan cuaca malam yang tidak menunjukkan indikasi ekstrem.

Namun, ketenangan pelayaran itu berubah menjadi kepanikan hanya beberapa menit kemudian. 

Sekitar pukul 23.35 WIB, kapal mengalami gangguan yang belum diketahui penyebab pastinya. 

Dalam waktu singkat, kapal mulai miring dan terombang-ambing oleh gelombang laut yang semakin kuat.

Baca juga: Menelusuri Upaya Pelestarian Dan Pencegahan Kepunahan Hewan Yang Dilindungi

 Dalam hitungan menit, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di tengah perairan Selat Bali, meninggalkan kegelapan dan kepanikan di antara penumpang yang berusaha menyelamatkan diri.

Lokasi terakhir kapal tercatat di koordinat 8° 9'32.35"S 114°25'6.38"E, di mana arus laut dikenal deras dan cukup berbahaya saat malam hari. 

Beberapa penumpang berhasil berenang menjauh dari titik tenggelamnya kapal, sementara lainnya terjebak bersama kendaraan dan muatan di dalam lambung kapal. 

Proses penyelamatan tidak bisa segera dilakukan karena kejadian terjadi pada malam hari, ditambah dengan kondisi laut yang tidak bersahabat.

Begitu informasi tentang tenggelamnya kapal diterima oleh pihak berwenang, respons cepat dilakukan oleh Basarnas, TNI AL, Polairud, dan BPBD dari kedua wilayah, Banyuwangi dan Bali. 

Kapal-kapal patroli dikerahkan ke lokasi yang diperkirakan menjadi titik tenggelamnya kapal, dan pencarian segera dimulai meskipun terbatasnya cahaya malam menjadi tantangan utama. 

Tim penyelamat juga mengandalkan penerangan dari kapal dan alat sonar untuk mendeteksi pergerakan di bawah permukaan laut.

Baca juga: Waduh! Benda Mirip Mortir Ditemukan di Lapak Besi Kawasan Serpong, Gegana Turun Tangan

Helikopter milik Polda Jawa Timur dikerahkan pada pagi harinya untuk membantu pencarian dari udara. 

Fokus utama tim gabungan adalah menyisir permukaan laut untuk menemukan korban yang masih mengapung atau terdampar di sekitar lokasi kejadian. 

Peralatan khusus digunakan untuk menjangkau titik-titik yang sulit dijangkau oleh kapal, terutama di daerah dengan kedalaman tinggi dan ombak besar.

Pada Kamis pagi, 3 Juli 2025, empat jenazah pertama ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Keempat korban tersebut langsung dievakuasi ke daratan untuk diidentifikasi. 

Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat masih banyak kendaraan dan puing-puing kapal yang terapung dan dapat menghambat proses penyelamatan. 

Baca juga: Benarkah Pemusnahan Ratusan Ribu Gram Narkoba dengan Dibakar Bisa Bikin Mabuk Warga? Ini Penjelasan BNN

Tim medis dan forensik yang siaga di Pelabuhan Ketapang langsung menangani proses identifikasi terhadap korban.

Tragedi ini semakin memilukan ketika siang harinya, tim SAR kembali menemukan dua jenazah lainnya. 

Yang pertama adalah Fitri April Lestari, seorang ibu berusia 33 tahun yang dilaporkan hilang sejak malam kejadian. 

Tak berselang lama, anaknya yang masih balita, Afnan Aqiel Mustafa, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa tak jauh dari titik ditemukannya sang ibu. 

Dengan ditemukannya enam jenazah hingga Kamis sore, total sementara korban meninggal akibat tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya berjumlah enam orang. 

Proses pencarian terhadap korban lainnya masih terus berlangsung. Tim SAR memperluas wilayah pencarian hingga beberapa mil laut dari titik tenggelam, dibantu oleh teknologi sonar bawah laut dan drone pengintai dari udara.

Jenazah-jenazah yang telah berhasil dievakuasi kemudian dibawa ke Pelabuhan ASDP Ketapang untuk diserahkan kepada pihak keluarga. Proses penyerahan jenazah berlangsung dalam suasana duka yang mendalam. 

Baca juga: Foto-Foto Presiden Prabowo Tunaikan Ibadah Umrah dan Mencium Hajar Aswad

Keluarga korban datang dari berbagai daerah untuk menerima jasad orang-orang tercinta. Peti-peti jenazah diturunkan dari ambulans dan dibawa dengan penuh penghormatan menuju tempat pemakaman masing-masing.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang saat itu tengah berada di Arab Saudi dalam rangka kunjungan kenegaraan sekaligus menjalankan ibadah umrah, turut mengikuti perkembangan insiden ini dari jauh. 

Begitu menerima laporan resmi dari tanah air, Presiden Prabowo langsung menginstruksikan seluruh aparat terkait agar mengutamakan penyelamatan korban dan memberikan bantuan penuh kepada keluarga yang terdampak.

Kementerian Perhubungan pun bergerak cepat dengan membentuk tim investigasi yang melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). 

Baca juga: Update Jumlah Korban KMP Tunu Pratama Jaya yang Berhasil Dievakuasi Tim SAR Gabungan

Fokus penyelidikan adalah mencari tahu penyebab utama kapal tenggelam hanya beberapa menit setelah berlayar. Tim teknis juga diterjunkan untuk memeriksa kondisi kapal dan kelayakan sistem navigasi serta prosedur keselamatan yang dijalankan oleh kru.

Selain itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayaran di lintas Selat Bali pun mulai dilakukan. Pengetatan regulasi, pengecekan teknis kapal sebelum berlayar, dan pelatihan ulang terhadap kru menjadi perhatian utama pemerintah. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung, Humas Polresta Banyuwangi

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU